IRWAN/RADAR DEPOK TERBARING LEMAS : Haikal Ramadani terbaring lemas usai menjalankan operasi di kakinya yang diamputasi karena tumor.
IRWAN/RADAR DEPOK
TERBARING LEMAS : Haikal Ramadani terbaring lemas usai menjalankan operasi di kakinya yang diamputasi karena tumor.

DEPOK-Haikal Ramadani anak pasangan dari Misin dan Nurhalimah , tergolek lemas kemarin. Satu keluarga kurang mampu warga Kampung Kebayunan RT01/16 Kelurahan/Kecamatan Tapos ini, terpaksa mengamputasi kaki kiri Haikal di RSCM lantaran tumor ganas. Saat ini anak berusia tujuh tahun itu membutuhkan uluran tangan untuk berobat usai diamputasi kaki kirinya.

Nurhalimah mengaku, terjadinya tumor di kaki kiri Haikal berawal jatuh dari sepeda. Dari peristiwa itu, kata Nurhalimah, anaknya sudah di rujuk ke RS Sentra Medika Cisalak untuk pengobatan awal. “Hingga anak saya tidak bisa jalan karena ada jendolan, sampai membesar dan akhirnya diamputasi kakinya,” kata Nurhalimah, kepada Radar Depok, kemarin.

Penyakit tumor yang diderita Haikal, kata dia, sudah satu tahun dan sering merasakan sakit. “Sampai tidak sekolah selama satu tahun,” kata dia.

Sementara itu, Bhabikamtimas Tapos, Bripka Asep Ruhendi mengungkapkan, kondisi Haikal sudah ditangani oleh RSCM dan dioperasi. “Sampai diamputasi kakinya kirinya,” kata Asep.

Orangtua Haikal dari kalangan kurang mampu. Operasi di RSCM pun mengunakan jaminan kesehatan itu pun sekarang ini masih kekekurangan dana untuk menjalan perawatan selanjutnya.” Iya buat operasional kontrol ke RSCM. Jadi masih membutuhkan dana. Kami harap warga Depok ada yang mau memberikan bantuan untuk kesembuhan Haikal,” tuturnya.

Mendapatkan kabar ini, Dinas Kesehatan akan bergerak mencari tahu keadaan Haikal dengan meminta PKM untuk mengecek kondisi saat ini.

“Kami akan minta PKM untuk cek dulu. Kami tindaklanjuti,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok, Enny Ekasari.

Meski sudah ditangani dan memiliki jaminan kesehatan, tegas dia, tetap akan menindaklanjuti dengan melakukan home visite atau membantu bila bersangkutan membutuhkan akomodasi untuk fasilitas kesehatan.

“ Bila yang bersangkutan belum memiliki jaminan kesehatan kami akan upayakan membantu sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Enny. (irw)