AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MENATA: Pedagang sedang menata telur dagangannya di Pasar Tradisional Kemiri Muka, Kecamatan Beji.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENATA: Pedagang sedang menata telur dagangannya di Pasar Tradisional Kemiri Muka, Kecamatan Beji.

DEPOK  – Beberapa ibu rumah tangga di wilayah Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoranmas, mengeluhkan kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Hampir semua kebutuhan pokok naik. Mulai dari beras, telur, sayur mayur dan sejumlah jenis kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan, itu mungkin akan terjadi hingga akhir tahun,” ujar Nuraini salah satu pedagang sayur mayur di Jalan RD Sukarma RT3/3, Kelurahan RJB, Kecamatan Pancoranmas.

Dia mengatakan, kenaikan harga terjadi pada komoditas sayur – sayuran dan rempah yang melonjak lebih dari 50 persen dari harga normal.

Diantaranya, tomat biasanya hanya Rp10 ribu sekarang melonjak tajam menjadi Rp18 ribu/kilogram, cabe rawit merah dari harga normal Rp30 ribu naik menjadi Rp50 ribu/kilogram, begitu juga dengan telur naik dari Rp19 ribu menjadi Rp28 ribu/kilogram.

“Pokoknya hampir semua barang kebutuhan pokok harganya melonjak cukup signifikan,” imbuhnya.

Meroketnya harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga, lantaran harus merogoh kocek lebih dalam lagi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tolong dong pemerintah perhatikan masalah ini, karena biar bagaimanapun juga kenaikan harga sembako ini sangat memberatkan kami para ibu rumah tangga, apalagi kenaikan kebutuhan pokok itu ada yang sangat drastis,” keluh Marwiyah salah satu ibu rumah tangga di kawasan Rawadenok, Kecamatan Pancoranmas.

Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Rosanih. Dikatakannya, dalam kondisi seperti ini, seharusnya Pemerintah segera turun tangan memantau harga dipasaran. Jika perlu, menggelar operasi pasar guna menyetabilkan harga sembako hingga ke tingkat pengecer.

“Perayaan tahun baru masih lama tapi semua harga barang kebutuhan pokok sudah naik dari sekarang dan ini sangat memberatkan kami, ” tuturnya. (cr1)