Jaksa “Paku” Tuntutannya

In Metropolis
FAHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PEMBACAAN REPLIK JPU : Salman Nuryanto, terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa bersama leadernya saat akan menjalani sidang dalam agenda replik Jaksa Penuntut Umum atas pledoi yang dilakukan terdakwa di Pengadilan Negeri Depok Kelas 1B, kemarin.

DEPOK–Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi fiktif Pandawa Group di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1B Kota Depok, tinggal selangkah lagi. Sesuai agenda, kemarin di persidangan ke-24 Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan replik atas pledoi yang dibacakan pihak terdakwa pada persidangan sebelumnya.

JPU Putri Dwi Arianti, yang membacakan repliknya menyatakan, kalau pihaknya tetap pada tuntutannya yakni menghukum Dumeri alias Salman Nuryanto dengan hukuman 14 tahun penjara dan 26 terdakwa lainnya dengan hukuman 11 tahun penjara denda masing masing Rp100 Miliar subsider 6 bulan penjara.

“Kami menolak pledoi atau pembelaan terdakwa dan tetap dengan tuntutan kami, seperti yang sudah kami bacakan dan tertera dalam amar tuntutan ini,” kata Putri yang mewakili Tim JPU, Senin (5/12).

Meskipun persidangan berjalan lancar dan cepat karena JPU hanya membacakan salah satu repliknya yang berlaku untuk semua berkas, sidang sempat mengalami molor. Sidang yang seharusnya diagendakan pukul 10.00 WIB, baru dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB.

Diketahui, Korps Adhiyaksa Depok menuntut para terdakwa sesuai dengan dakwaannya dalam pasal 46 ayat (1) Undang – Undang RI No 10/1998 tentang perubahan UU No 7/1992 tentang perbankan jo pasal 69 UU RI No 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP terbukti.

Dalam pledoinya, Dumeri alias Salman Nuryanto mengajukan agar dirinya dan para terdakwa lainnya untuk dibebaskan. Pasalnya, dikatakan olehnya, ratusan ribu nasabahnya hanya menuntut pengembalian modal, sedangkan ia tidak bisa berbuat apa-apa jika dirinya berada dibalik jeruji besi.

“Terimakasih kepada yang mulia, yang terhormat jpu, yang mulia majelis hakim, yang terhormat penasehat hukum, dan yang saya hormati semua pengunjung dari persidangan ini. Pada hari ini saya memohon bukan untuk membela diri saya tapi saya memohon kepada yang mulia khususnya saya sebagai ketua koperasi memohon dengan sangat seluruh leader untuk dibebaskan,” kata Nuryanto di muka persidangan, Kamis (30/11).

Menurut Nuryanto, para leader dan dirinya tidak memiliki efek apa-apa, apabila ia dipenjara. Karena hampir seluruh korban yang notabene merupakan anggotanya hanya meminta kembali modal, bukan dihukum atau dipenjarakan.

“Jadi saya meminta mohon kepada majlis hakim yang terhormat, ini bukan untuk kepentingan saya yang dihukum 14 tahun, tapi ini demi tuntutan para nasabah saya dari 27 provinsi yakni pengembalian modal,” lanjutnya.

Bahkan, menurutnya, apabila ia dan seluruh leader dipenjarakan, tidak ada yang bertanggungjawab terhadap seluruh korbannya, dan malah akan menambah beban para leader dan dirinya. “Karena walaupun bertahun tahun dipenjara juga, pastinya setelah mereka keluar pasti akan dituntut kembali oleh nasabah, itu hanya akan membuat kami semakin menderita,” katanya.

Nuryanto mengatakan, dirinya bahkan bisa menjamin apabila ia dibebaskan dari segala tuntutan maka seluruh modal yang sudah dimasukkan kedalam koperasinya akan dikembalikan seluruhnya kepada nasabah. “Saya tidak kuasa kalau saya masih ada didalem,” lanjutnya.

Nuryanto juga mengatakan, selama ia merintis KSP PMG dari tahun 2009 sampai tahun 2016, belum pernah ia telat untuk membayar anggotanya. Juga ia mengaku tidak pernah menipu anggotanya dan tidak pernah merasa membawa lari kabur uang anggotanya.

Nuryanto memohon agar mengeluarkan dengan bebas bersyarat seluruh terdakwa termasuk dirinya. Dikatakan olehnya, seluruh anggota koperasi dari total 569 ribu jiwa yang menderita mulai dari instansi polisi, angkatan laut, angkatan darat, dan basarnas semua menderita dan hanya meminta kembali modal.(ade)

You may also read!

berita acara bukopin

Pemerintah dan Regulator Menjaga Bukopin Dan Dana Nasabah

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Bank Bukopin baru saja selesai melaksanakan

Read More...
acara muharram di pengasinan

Satpol PP Kota Depok Tidak Tahu Ada Dangdutan di Muharram Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...
acara muharram di pengasinan dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Bubarkan Acara Muharram di Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...

Mobile Sliding Menu