ADE/RADAR DEPOK RILIS : (ketujuh depan dari kanan) Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto didampingi Wakapolresta Depok AKBP Arif Budiman (keenam depan dari kanan) dan para kasat serta kanit Polresta Depok saat menunjukkan puluhan barang bukti dan tersangka hasil tangkapan sepanjang tahun 2017.
ADE/RADAR DEPOK
RILIS : (ketujuh depan dari kanan) Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto didampingi Wakapolresta Depok AKBP Arif Budiman (keenam depan dari kanan) dan para kasat serta kanit Polresta Depok saat menunjukkan puluhan barang bukti dan tersangka hasil tangkapan sepanjang tahun 2017.

DEPOK–Sepanjang 2017, Polresta Depok berhasil memberikan rasa aman dan nyaman kepada  masyarakat  Kota Depok dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penangkapan yang dilakukan selama kurun waktu 12 bulan.

Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, Didik Sugiarto mengatakan, dalam hal tindak pidana umum, Polresta Depok menyimpulkan Kota Depok sudah mengalami penurunan aksi tindak pidana umum (Tipidum).

“Ini dibuktikan dengan penurunan angka tipidum yang terjadi di Kota Depok,” kata Didik didampingi Wakapolresta Depok, AKBP Arif Budiman, serta seluruh Kasat dan Kanit Polresta Depok, Jumat (29/12).

Didik menyebutkan, pada 2017 angka tipidum mencapai 2.367 kasus, sedangkan jika dibandingkan dengan tahun 2016 mencapai 2.973 kasus, hal tersebut mengalami penurunan 19,5 persen.

“Jika dilihat dari target penanganan perkara, tahun 2017 ini mengalami peningkatan yakni 72,4 persen dari taget yang ditentukan yakni 70 persen,” lanjut Didik.

Lebih jauh didik mengatakan, untuk tindak pidana penyalahgunaan Narkotika di Kota Depok mengalami peningkatan. Hal tersebut dilihat dari jumlah tangkapan yang berhasil dilakukan oleh Polresta Depok.

“Hasil penangkapan kasus narkoba sepanjang tahun 2017 sebanyak 363 kasus dengan 437 tersangka. Ini lebih meningkat dari tahun 2016 yang hanya 353 kasus,” beber Didik

Dari total kasus tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan yakni Narkotika golongan 1 jenis ganja 9999 gram, sabu 743 gram, tembakau gorila 11,5 gram, pil ekstasi 109 butir, serta obat-obatan terlarang 537 butir.

“Di kasus tindak pidana korupsi, polresta depok berhasil menangani 3 kasus, dengan menetapkan 3 terdakwa,” lanjut Didik.

Dari total penanganan kasus korupsi tersebut, pihaknya berhasil menyelamatkan kerugian negara dengan total Rp870 juta.

Sementara di Bidang Laka lantas, sepanjang 2017, Polresta Depok menangani 251 laka lantas dengan total 6 orang meninggal. Hal tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 yang terjadi 284 kasus dengan 19 meninggal.

“Sepanjang tahun 2017, kami menangani tiga kasus menonjol,” sambung Didik.

Didik menyebutkan, adapun kasus menonjol tersebut antara lain penggagalan penyelundupan narkotika golongan 1 jenis sabu seberat 1 ton, Kedua penangkapan pelaku penganiayaan ahli IT Hermansyah, dan terakhir aksi geng motor yang masih dalam penanganan.

“Untuk aksi geng motor, saat ini kita sedang melakukan penanganan, dan sudah 17 orang yang sudah kita lakukan penangkapan, dan masih ada beberapa yang masih dalam pengejaran,” katanya.

Dari hasil evaluasi dan analisis, lanjut Didik, penurunan tipidum dan kejadian Laka lantas yang terjadi di Kota Depok, ini dikarenakan tingkat kesadaran hukum masyarakat Kota Depok meningkat. “Ini juga selaras dengan upaya pihak kepolisian yang selalu melakukan pencegehan,” sambung Didik.

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Polresta Depok pada tahun 2017 yakni, memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat disaat mengalami persoalan genting, yakni halo polisi dan panic button. “Dengan adanya ini, kami ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat dan menciptakan rasa aman,” katanya. (ade)