PEBRI/RADAR DEPOK MOMEN: Ketua KPP di MUI Kota Depok, Elly Farida sedang memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ibu yang diadakan pihaknya di Gedung MUI Kota Depok, Kecamatan Pancoranmas, Senin (25/12).
PEBRI/RADAR DEPOK
MOMEN: Ketua KPP di MUI Kota Depok, Elly Farida sedang memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ibu yang diadakan pihaknya di Gedung MUI Kota Depok, Kecamatan Pancoranmas, Senin (25/12).

DEPOK –  Lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual atau yang dikenal dengan sebutan LGBT, menurut Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan (KPP) di MUI Kota Depok, Elly Farida sudah banyak menyebar di Kota Depok. Sasaran untuk penyebaran penyimpangan seks tersebut, adalah kalangan anak muda, mulai dari tingkat SMA sampai dengan mahasiswa.

“LGBT di Kota Depok sudah cukup banyak menyebar, terutama di kalangan anak muda. Bahkan, jumlahnya selalu bertambah tiap tahunnya. Hal ini tentu saja, harus mendapatkan perhatian penuh,” ucapnya dalam kegiatan Peringatan Hari Ibu yang diadakan MUI Kota Depok bidang KPP tentang ‘Peran Majelis Taklim dalam Mengokohkan Ketahanan Keluarga’.

Elly menjelaskan, peran dari keluarga sangat penting untuk mencegah adanya LGBT. Keluarga harus bisa saling mengawasi, terutama orang tua kepada anaknya. Pergaulan dengan kebebasan informasi sekarang ini, tidak hanya membawa kebaikan untuk anak saja, tetapi juga bisa membawa dampak buruk. Terutama tentang pergaulan yang bebas, sehingga bisa memberikan pengaruh yang besar juga untuk anaknya.

“Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk bisa menjaga anaknya terjauhi dari LGBT, karena LGBT itu bisa menular, karena mempengaruhi orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut, Nurwidiana menuturkan, pengaruh yang paling penting untuk kebaikan anak, yakni keluarga berkualitas. Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi kunci yang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup seorang anak. Hubungan orang tua, antara ayah dan ibu harus bisa terjalin dengan baik.

“Sekarang ini berdasarkan data yang saya miliki, pengaduan gugatan cerai ada 12.467 berkas, dan 2.966 berkas diputuskan cerai, dan kasus yang cerai tersebut bahkan dialami oleh pasangan yang sudah 16 tahun menikah,” jelasnya.

Selain itu, data yang dimiliki Nurwidiana adalah penyebab dari perceraian tersebut, yang disebabkan pertengkaran berterusan, ada 1.237 kasus, dan anak yang mengalami orang tuanya bercerai ada 8.327 anak. Ini tentunya bisa menjadi pemicu anak-anak terlibat dalam pergaulan yang tidak terkontrol dan bebas, sehingga mereka bisa terpincut untuk masuk dalam LGBT.

“Di tahun 2015, di Kota Depok tercatat ada 5.791 LGBT, dan orang yang menderita HIV/AIDS ada sekitar 600 orang pada tahun 2016. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian serius dari orang tua terhadap anaknya,” tuturnya. (peb)