Illustrasi LGBT
Illustrasi LGBT

DEPOK – Fenomena kasus HIV/AIDS yang didominasi oleh kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) khususnya LSL (lelaki seks lelaki) yang terjadi di Kota Depok, turut membuat anggota DPRD Kota Depok turut angkat bicara.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdullah mengatakan, fenomena tersebut sepatutnya dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok sebagai eksekutor yang memiliki tanggunjawab penuh, terhadap masyarakat guna menciptakan hidup yang harmonis, tertib, aman dan tentram.

“Itu salah satu perilaku menyimpang, dan perlu diatasi Pemkot Depok,” kata Lahmudin kepada Radar Depok, kemarin.

Ia mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang di tingkat masyarakat tersebut, salah satunya adalah lengahnya perhatian orang tua dalam mendidik anak.

“Faktor lingkungan juga menjadi penyebab timbulnya perilaku menyimpang tersebut, untuk itu ini dapat menjadi konsen Pemerintah Kota dalam menyikapi fenomena ini,” lanjut Lahmudin.

Lebih jauh Lahmudin mengatakan, perda terkait LGBT belumlah diatur, namun ia mengatakan acuan dalam mengatasi persoalan tersebut dapat digunakan Perda Nomor 9 tahun 2017 tentang Peningkatan Ketahanan Keluarga.

“Secara eskplisif kami belum pernah membahas terkait LGBT ini, tapi ini bisa diatasi dengan perda ketahanan keluarga,” kata wakil rakyat dari fraksi PAN tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Ahmad Kafrawi mengungkapkan, berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari berbagai pegiat peduli HIV/AIDS di Kota Depok, ada sekitar 500 lebih penderita HIV /AIDS hingga Desember 2017.

“500 itu dari berbagai komunitas yang ada di Kota Depok dan saat ini mereka masih terus diobati,” kata Kafrawi.

Penyebabnya cukup mencengangkan. Lebih dari 50 persennya dihasilkan karena hubungan terlarang yang dilakukan oleh pelaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Depok.

Hal tersebut dibuktikan berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Sekar Wangi Kota Depok. (ade)