AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK             MASIH TERCEMAR : Warga sedang beraktifitas di kawasan Situ Rawa Kalong, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimangis, yang sampai saat ini masih tercemar limbah.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MASIH TERCEMAR : Warga sedang beraktifitas di kawasan Situ Rawa Kalong, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimangis, yang sampai saat ini masih tercemar limbah.

DEPOK – Belum ada perubahan yang signifikan di Situ Rawa Kalong, limbah pabrik masih mewarnai daerah resapan yang ada di Kota Depok tersebut. Padahal, berbagai stake holder telah mendatangi lokasi tersebut, mulai dari aparat Pemerintah hingga Anggota DPRD Kota Depok.

Warga sekitar, Nurdin mengungkapkan, seakan tidak ada efek jera dari pabrik yang selalu membuang limbahnya tersebut ke situ. Setiap pagi ia selalu menemukan air situ berubah warna dan mengandung minyak.  Namun, ia belum mengetahui pabrik mana yang membuang limbahnya.

“Kalau buang limbah tidak pernah terlihat, mungkin malam buangnya karena pagi pagi ya sudah begini kondisinya,” kata Nurdin kepada Radar Depok.

Pria yang selalu mengupdate perkembangan Situ melalui akun facebooknya tersebut mengatakan, pasca sidak anggota DPRD Kota Depok dari Komisi C beberapa bulan lalu, hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan terhadap kualitas air situ.

“Katanya Dewan menutup IPAL pabrik yang ada di sekitar setu rawa kalong tapi di lapangan  setu sampai sekarang masih ada limbah kimia,” lanjutnya.

Nurdin mengungkapkan, ia hanya dapat berharap kepada Pemerintah Kota agar mengambil langkah tegas, salah satunya serius atasi pabrik yang masih nakal dan diberi sanksi. Pasalnya, bau yang menyengat dan kekhawatiran warga sekitar terdampak akibat perubahan situ tersebut menjadi alasannya.

“Warga mana bisa bersihkan limbah, harus Pemerintah salah satunya dengan normalisasi air setu di keduk, karena endapan lumpur hitam pekat juga sudah mencapai 1 – 1,5 meter,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok, Heri Syaefudin mengatakan, sampai saat ini pihaknnya masih menunggu laporan dari masyarakat sekitar terkait pencemaran situ tersebut.

“Sampai saat ini mereka belum koordinasi, kami minim data kalau langsung turun ke lapangan,” kata Heri.

Heri mngatakan, pihaknya siap memfasilitasi masyarakat sekitar untuk datang ke kementerian yang bertangggungjawab terkait hal tersebut apabila sudah ada laporan yang masuk ke dirinya. “kalau ada laporan saya siap bawa ke kementerian untuk mengadu,” katanya.

Selain itu, Heri mngatakan, pihaknya akan segera membicarakan kondisi secara umum situ-situ yang tersebar di Kota Depok.

“Kita secara umum akan bicarakan situ-situ di Depok, rencana akan kami ajak balai dan konunikasi publik PUPR untuk membahas masalah situ termasuk pencemaran,” pungkas Heri. (ade)