RICKY/RADAR DEPOK DEKLARASI: Sejumlah inisiator dan anggota Gerpis saat melakukan deklarasi di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung.
RICKY/RADAR DEPOK
DEKLARASI: Sejumlah inisiator dan anggota Gerpis saat melakukan deklarasi di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung.

Jelang tahun politik di 2018 dan 2019. Sekelompok tokoh masyarakat sunda yang menamakan diri Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis) mendeklarasikan diri di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. Gerakan ini menuntut lahirnya pemimpin yang merepresentasikan politik orang Sunda.

LAPORAN: Ricky Juliansyah

Rabu (27/12), menjadi momen bersejarah bagi tokoh masyarakat sunda, pasalnya mereka yang tergabung dalam Gerpis melakukan deklarasi dan Peringatan Konferensi Meja Bundar Ke-68 ini menyerukan untuk mendukung cita-cita, misi dan strategi politik, ekonomi, budaya, kebangsaan dan lainnya dalam menjaga persatuan NKRI berdasarkan UUD 1945, Pancasila dan wawasan nusantara.

Inisiator Gerpis, Andri Perkasa Kantaprawira mengatakan,  deklarasi ini merupakan sebuah reinkarnasi perhimpunan perjuangan pada tahun 1955.

“Tanpa adanya politik kekuasaan, maka siapa lagi yang mencintai negeri dan lemah cai ini, kecuali orang yang punya ikatan genetika dengan lemah cainya (daerahnya),” kata Andri.

Keteladanan para pendiri negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan refleksi proklamasi, KMB, mosi integral, dan tantangan zaman kini, semboyan yang disematkan pada spanduk Garpis.

Diiringi lagu-lagu sinden khas Sunda, berbagai acara diselenggarakan pada saat deklarasi tersebut. Tidak hanya membacakan deklarasi pembentukan, penandatanganan pun dilakukan oleh para tokoh Sunda yang hadir.

Gerakan yang diinisiasinya itu bukan hanya sebuah perjuangan, namun juga sebuah pembenihan. Lanjut Andri, pembenihan itu diperuntukkan bagi putra-putri terbaik yang akan memimpin Jawa Barat ini.

Menurutnya, di 2018 dan 2019 merupakan tahun politik, dan melalui momen tahun politik ini  adalah momentum yang tepat untuk Gerpis mendeklarasiakan diri sekaligus menjadi wahana edukasi. Edukasi di sini lantaran tahun politik, sehingga pihaknya akan memberikan edukasi politik untuk menghilangkan sebuah stigma kultur masyarakat Sunda.

“Sudah waktunya menghilangkan semua traumatik kultur bahwa orang Sunda itu penakut, orang Sunda itu elehan. Gerakan ini diharapkan bisa melahirkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria budaya Sunda. Termasuk, karateristik para pemimpin yang diperlukan untuk Pemilihan Kepala Daerah khususnya di Jawa Barat,” ucap Andri. (*)