RICKY/RADAR DEPOK SIMBOLIS : Anggota DPRD Kota Depok, Sasmita didampingi Ketua DPD NasDem Kota Depok Hutomo Agus Subekti dan Dewan Pakar DPD Nasdem Kota Depok, Giyo Adi Sofyan saat menyerahkan program PIP kepada walimurid SDN Sukamaju Baru 2 dan 3 di Komplek TNI AD Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Kamis (21/12).
RICKY/RADAR DEPOK
SIMBOLIS : Anggota DPRD Kota Depok, Sasmita didampingi Ketua DPD NasDem Kota Depok Hutomo Agus Subekti dan Dewan Pakar DPD Nasdem Kota Depok, Giyo Adi Sofyan saat menyerahkan program PIP kepada walimurid SDN Sukamaju Baru 2 dan 3 di Komplek TNI AD Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Kamis (21/12).

DEPOK – Sebagai Parpol pendukung pemerintahan era Presiden Joko Wdodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Partai Nasional Demokrat (NasDem) berkomitmen untuk mensosialisasikan dan mengawal seluruh program pemerintah, salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP).

Seperti Kamis (21/12), Anggota DPRD Kota Depok dari fraksi Restorasi Nurani, Sasmita didampingi Ketua DPD NasDem Kota Depok Hutomo Agus Subekti dan Dewan Pakar DPD Nasdem Kota Depok, Giyo Adi Sofyan menyambangi SDN Sukamaju Baru 2 dan 3 di Komplek TNI AD Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos untuk mensosialisasikan dan mengawal program nasional tersebut.

“NasDem sifatnya hanya mengawal program Pemerintah Jokowi,” tutur Ketua DPD NasDem Kota Depok Hutomo Agus Subekti kepada Radar Depok.

Dalam hal ini, lanjut pria yang akrab disapa HAS, mengawal komitmen program wajib belajar 12 tahun, yaitu SD hingga SMA. Jadi, sambung dia, anak di Indonesia minimal kedepannya harus tamatan SMA. Sehingga, Partai NasDem sebagai bagian dari partai pendukung pemerintah berkewajiban mengawal program tersebut agar tepat sasaran dan tepat jumlah yang diterima.

Proses pencairan dana beasiswa ini, kata HAS sangat mudah, pelajar yang berhak mendapat beasiswa cukup menyerahkan surat rekomendasi dari sekolah, fotocopy rapor dan kartu keluarga siswa bersangkutan ke bank yang telah ditunjuk pemerintah.

“Dengan pengawasan ini, kami berharap dalam pelaksanaan, tidak ada penyimpangan atau penyelewengan. Sosialisasi ini pun memberikan penjelasan kepada walimurid bagaimana mekanisme pencairan dan jumlah yang akan diterima. Tadi saya sampai turut membantu masyarakat yang kurang paham setelah selesai acara,” kata HAS.

Anggota DPRD Kota Depok dari fraksi Restorasi Nurani, Sasmita mengungkapkan,sesuai dengan yang telah disampaikan Ketua DPD NasDem Kota Depok, dalam Program Indonesia pintar pihaknya berkomitmen untuk mengawasi serta mengawal program-program pemerintah agar tepat sasaran.

Kata dia, PIP ini tidak langsung turun begitu saja, tentunya ada mekanisme, proses dan tahapan yang dilalui. “Saya juga ucapkan terima kasih kepada pihak sekolah dan jajaran guru, kita bekerja dari awal mendata siswa-siswa yang ada, mungkin banyak kekurangan. Memang tidak semua siswa mendapatkan bantuan program PIP, kami dapat dari pihak sekolah, bukan kami yang mendata,” kata Sasmita.

Untuk program berikutnya, sambung Sasmita, pihaknya akan terus mengawal, seperti program kelas akhir di bulan Januari atau Februari, yakni kelas 6 SD yang mau ke SMP, atau kelas 9 yang mau ke SMA, dan kelas 12 yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi.

Ia menambahkan, dirinya baru saja menyelesaikan masa reses untuk menyerap aspirasi warga, untuk itu bagi wilayah sini yang mau mengusulkan pembangunan infrastriktur, saya siap membantu. “Nanti dibuatkan saja proposalnya, insya Allah saya akan perjuangkan,” tandasnya.

Sementara, Dewan Pakar DPD Nasdem Kota Depok, Giyo Adi Sofyan mengatakan, di SDN Sukamaju Baru 2 dan 3 sebanyak 805 siswa yang mendapat bantuan program PIP. Sedangkan besarannya sendiri, untuk SD mendapatkan Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu dan SMA Rp 1 juta, kesemuanya per tahun.

“Nasdem sifatnya hanya mengawal, tapi kedepannya akan memperjuangkan agar lebih masif. Kalau sekarang seluruh Indonesia sekitar 16 juta anak. Kalau di Depok nanti datanya di Dapodik. Ini starting awal, kedepan akan berkelanjutan baru mengetahui data yang valid,” ucapnya.

Dalam rangka kepekaan dan kepedulian Partai Nasdem terhadap masyarakat untuk mencerdaskan bangsa, pihaknya akan terus memperjuangkan dan mengawal program tersebut.

Hal ini dinamakan semangat restorasi, yakni kembali kepada tujuan bernegara, bagaimana membangun komitmen guna membangun masyarakat yang cerdas, memilki wawasan kebangsaan yang tinggi, peduli terhadap bangsa dan negaranya.

“Kembali kepada tujuan kita bernegara, yakni bagaimana membangun masyarakat yang adil, makmur, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ini diawali dengan membangun generasi ini yang dipersiapkan untuk era Indonesia emas,” pungkasnya. (cky)