Nuryanto dan 26 Leader Termehek-mehek

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PEMBACAAN PLEDOI PANDAWA: Salman Nuryanto, terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa bersama leadernya saat menjalani sidang dalam agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan terdakwa terhadap tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Depok Kelas 1B, Kamis (30/11).

DEPOK – Setelah pada persidangan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutannya. Kini giliran pihak terdakwa membacakan pledoi (pembelaannya), dalam persidangan ke 23 kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi fiktif pandawa group, pada Kamis (30/11).

Persidangan yang digelar di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok, sempat molor dari jadwal yang sudah ditentukan yakni pukul 10.00 WIB, tapi baru diselenggarakan pada pukul 14.00 WIB. Molornya persidangan tersebut, diketahui karena penasehat hukum dari para terdakwa tak kunjung hadir dari jadwal yang sudah ditentukan.

Meskipun begitu, sidang berjalan kondusif tidak seperti yang sidang sebelumnya. Massa yang datang dari korban sekaligus nasabah Pandawa cenderung tertib dengan pengawalan puluhan aparat kepolisian dari Resor Kota Depok dan Sektor Sukmajaya.

Dalam pledoinya, Dumeri alias Salman Nuryanto mengajukan agar dirinya dan para terdakwa lainnya untuk dibebaskan. Pasalnya, ratusan ribu nasabahnya hanya menuntut pengembalian modal, sedangkan ia tidak bisa berbuat apa-apa jika dirinya berada dibalik jeruji besi.

“Terimakasih kepada yang mulia, yang terhormat JPU, yang mulia majelis hakim, yang terhormat penasehat hukum, dan yang saya hormati semua pengunjung dari persidangan ini. Pada hari ini saya memohon bukan untuk membela diri saya tapi saya memohon kepada yang mulia khususnya saya sebagai ketua koperasi memohon dengan sangat seluruh leader untuk dibebaskan,” kata Nuryanto di muka persidangan, Kamis (30/11).

Menurut Nuryanto, para leader dan dirinya tidak memiliki efek apa-apa, apabila ia dipenjara. Karena hampir seluruh korban yang notabene merupakan anggotanya hanya meminta kembali modal, bukan dihukum atau dipenjarakan.

“Jadi saya meminta mohon kepada majlis hakim yang terhormat, ini bukan untuk kepentingan saya yang dihukum 14 tahun, tapi ini demi tuntutan para nasabah saya dari 27 provinsi yakni pengembalian modal,” lanjutnya.

Bahkan, menurutnya, apabila ia dan seluruh leader dipenjarakan, tidak ada yang bertanggung jawab terhadap seluruh korbannya, dan malah akan menambah beban para leader dan dirinya. “Karena walaupun bertahun tahun dipenjara juga, pastinya setelah merka keluar pasti akan dituntut kembali oleh nasabah, itu hanya akan membuat kami semakin menderita,” katanya.

Nuryanto mengatakan, bisa menjamin apabila ia dibebaskan dari segala tuntutan maka seluruh modal yang sudah dimasukkan kedalam koperasinya akan dikembalikan seluruhnya kepada nasabah.

“Saya tidak kuasa kalau saya masih ada didalem,” lanjutnya.

Nuryanto juga mengatakan, selama ia merintis KSP PMG dari tahun 2009 sampai tahun 2016, belum pernah ia telat untuk membayar anggotanya. Juga ia mengaku tidak pernah menipu anggotanya dan tidak pernah merasa membawa lari kabur uang anggotanya.

Terkait pemberitaan dirinya yang sempat menghilang pada tanggal 15 Februari lalu, ia mengaku bukan karena ilang, namun diculik. Ia mengaku sempat dibawa ke Pasar Baru, DKI Jakarta kemudian diselamatkan oleh anggota Mabes Polri menuju Mabes Polri. Kemudian, dari sana, ia dibawa lagi menuju Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) dan ke Ancol, lalu menuju ke Bogor.

“Saat itu saya di Jalan Bilabong, Bogor bertemu dengan Madamin untuk mengembalikan modal dengan total Rp3 Triliun,” katanya.

Namun, saat dirinya sedang memikirkan untuk mengembalikan modal Madamin tersebut, ia sudah diintai oleh Polda Metro Jaya atas penyidikan dari adiknya, hingga akhirnya ia dapat dilumpuhkan di daerah Mauk, Kabupaten Tangerang.

“Saat itu saya lagi bingung untuk mengembalikan kepada rakyat semuanya, tapi saya diinjek injek jam 03.00 WIB pagi akhirnya saya dibawa ke Polda. Dan saat itu juga saya nggak bisa ngembaliin modal sampai detik ini,” bebernya.

Nuryanto memohon agar keluar dengan bebas bersyarat seluruh terdakwa termasuk dirinya. Dikatakan olehnya, seluruh anggota koperasi dari total 569 ribu jiwa yang menderita mulai dari instansi polisi, angkatan laut, angkatan darat, dan basarnas semua menderita dan hanya meminta kembali modal.

“Saya ingin mebela rakyat banyak demi kepentingan bersama mereka cuma menuntut modal yang tidak sedikit tersebut,” katanya.

Diakhir ungkapannya, Nuryanto juga menghimbau kepada seluruh nasabah yang berdemo agar tidak ikut ikutan oknum lain yang memojokkannya. Melainkan seluruh nasabahnya harus mendukungnya agar dapat bebas dan mengembalikan seluruh modal nasabah.

“Saya sudah berkali-kali ngomong di pengajian, kalau pun Pandawa dihancurkan oleh orang lain, tolong jangan keluar dari Pandawa karena saya akan bangkitkan kembali setelah selesai perang. Nah saat ini sudah selesai semuanya, mohon semuanya kumpul orang Pandawa dan bersatulah bagaimana saya keluar,” pungkasnya.

Tak hanya Dumeri alias Salman Nuryanto yang mengungkapkan pledoinya, seluruh terdakwa pun mengungkapkan pledoinya. Dan hampir semua terdakwa membacakan pledoi sambil berlinang air mata dan mengaku tidak mengerti jika Pandawa Group menyalahi aturan karena hanya diajak oleh Dumeri alias Salman Nuryanto.

Sementara itu, Pengacara Dumeri alias Salman Nuryanto, Ramjahif mengatakan, para terdakwa tersebut memiliki hak untuk menyalahkan kliennya tersebut meskipun belum mendapatkan putusan dari majelis hakim.

“Pertimbangannya hanya fakta-fakta persidangan, kalau pengakuan para terdakwa itu sah sah saja, kita kan menggunakan mindset hukum dan majelis hakimlah nanti yang akan memutuskannya apakah bersalah atau tidak,” kata Ramjahif usai persidangan.

Sementara pengakuan atas kliennya yang mampu mengembalikan seluruh modal nasabahnya tersebut, Ramjahif mengatakan, statement tersebut sudah dikelurakan oleh kliennya sejak bulan Desember lalu, sedangkan terkait proses pengembaliannya ia mengatakan tidak mengetahuinya.

“Kalau teknisnya hanya pak Nuryanto yang tahu, saya tidak mengetahui sampai sedetil itu,” lanjut Ramjahif.

Terkait ungkapan kliennya yang mengaku diculik, ia mengatakan tidak bisa membuktikannya karena tidak memiliki barang bukti yang menyatakan kalau kliennya diculik atau diintimidasi.

“Terkait proses penyidikannya, kami juga tidak bisa buktikan apakah sudah sesuai prosedur atau belum karena kita tidak memiliki bukti,” lanjutnya.

Meskipun begitu, sebagai kuasa hukumnya, Ramjahif menginginkan kliennya tersebut bebas agar dapat menyelesaikan persoalan dengan para nasabahnya. Alasan yang dapat dijadikan dasarnya agar kliennya tersebut bebas antara lain KSP PMG memiliki ijin, dan tidak ada yang ditipu.

“Pak Nuryanto tadi mengaku sendiri kalau pembayaran profit tidak pernah telat, dan dirinya tidak pernah merasa menipu nasabahnya,” pungkas Ramjahif.

Persidangan selanjutnya akan dilanjutkan pada hari Senin (4/12) dengan agenda tanggapan pledoi yang akan dibacakan oleh JPU. “Pada persidangan sebelumnya, kami janji akan memberikan tanggapan pledoi tersebut senin (4/12), dan akan kami penuhi,” ungkap salah satu JPU di muka persidangan. (ade)

You may also read!

pasien UI bunuh diri 2

Pasien Covid-19 yang Bunuh Diri di RSUI, Bukan Warga Depok

BUNUH DIRI : YS loncat dari lantai 13 RSUI dan meninggal di tempat, Kamis (3/9).

Read More...
Pasien UI bunuh diri

Pasien Covid-19 di Depok Loncat dari Lantai 13 RSUI

BUNUH DIRI : YS loncat dari lantai 13 RSUI dan meninggal di tempat, Kamis (3/9).

Read More...
Iklan bni

BNI Syariah Depok Ajak Nasabah Ngaji Seumur Hidup

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - BNI Syariah memiliki program Nabung Haji Bisa Ngaji bekerjasama dengan Askar Kauny yaitu lembaga non profit

Read More...

Mobile Sliding Menu