AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SANGAT DISAYANGKAN : Lahan bekas Situ Pasir Putih di kawasan RT01/03, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, kini telah menjadi daratan. Bahkan banyak bangunan rumah yang sudah hampir selesai di atas lahan tersebut.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SANGAT DISAYANGKAN : Lahan bekas Situ Pasir Putih di kawasan RT01/03, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, kini telah menjadi daratan. Bahkan banyak bangunan rumah yang sudah hampir selesai di atas lahan tersebut.

DEPOK-Pemkot Depok diminta jangan berpangku tangan terkait direklamasinya Situ Pasir Putih (Pasput), di RT01/03 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Pasalnya, di peta Propinsi Jawa Barat situ yang kini jadi daratan masih ada. Tak hanya itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Depok pun diingatkan jangan mengeluarkan peta bidang dan sertfikat dilokasi tersebut.

Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar), Hasbullah Rahmat menegaskan, harus ada solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu, ia menyarankan, agar pemkot berusaha berkoordinasi dengan Kementerian Sumber Daya Air.

“Harus koordinasi seperti apa penyelesainya situ yang hilang, agar tidak mengangu peraturan RTRW yang diajukan Jabar,” kata Hasbullah, kepada Radar Depok di bantaran Sungai Ciliwung, kemarin.

Menurut dia, Situ Pasir Putih di data peta Pemrov Jabar masih ada. Meski lahan situ sudah menjadi perumahan dan ada surat tanah lainya. Sebab itu, pemprov Jabar meminta agar ada solusi situ yang hilang untuk diganti.

“Situ Pasir Putih ini memang sudah berahli fungsi sejak Depok masih Kotif. Tapi kami ingin pemkot menyelesaikan permasalahan situ dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Karena situ itu aset pemerintah pusat dan bukan milik pemrov Jabar,” tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Fraksi Restorasi Nurani Bangsa (RNB), Selamet Riyadi mengatakan, RBN merespon persoalan Situ Pasir Putih yang kini sudah menjadi daratan. Bahkan, kata dia, kondisi sekarang ada pembangunan perumahan diatas lahan situ yang merupakan milik negara. “Kami respon aspirasi warga Pasir Putih soal situ, ini menyangkut lahan negara. Pemkot juga jangan diam saja dan berpangku tangan,” kata Selamet.

Respon ini, tegas dia, akan menekan Kepala kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Depok, agar tidak menerbitkan peta bidang maupun sertifikat. “Kami minta lahan situ dijaga oleh pemkot. Karena kami mencium adanya pencaplokan sisa lahan situ di Pasir Putih,” tutupnya.(irw)