Beranda Politika Peradi Depok: Perhatikan Kualitas Advokat

Peradi Depok: Perhatikan Kualitas Advokat

0
Peradi Depok: Perhatikan Kualitas Advokat
RICKY/RADAR DEPOK PROFESIONAL: Jajaran pengurus DPC Peradi Kota Depok foto bersama usai pelaksanaan RAC, kemarin.  

 

RICKY/RADAR DEPOK
PROFESIONAL: Jajaran pengurus DPC Peradi Kota Depok foto bersama usai pelaksanaan RAC, kemarin.

DEPOK Bentuk persiapan menghadapi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Yogyakarta pada 11-13 Desember. DPC Kota Depok menggelar Rapat Anggota Cabang (RAC) di Ghawil Cafe & Coffe, Grand Depok City (GDC) Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, kemarin.

“Rakernas ini akan diikuti 110 DPC se-Indonesia dan rencananya akan dibuka oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Melalui RAC ini, kami ingin mengajak advokat yang ada di Depok bisa mengikuti rakernas tersebut,” ungkap Ketua DPC Peradi Kota Depok, Khairil Poloan.

Khairil menjelaskan, rakernas ini sangat strategis karena mengangkat tema mengenai bagaimana peran Peradi dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban terkait upaya penegakan hukum di Indonesia. Selain itu, terkait sikap dan upaya menghadapi adanya perpecahan di tubuh Peradi.

“Penyelenggaraan rakernas ini sangat penting melihat saat ini dunia advokat banyak permasalahan yang terjadi,” jelasya.

Melalui RAC ini, kata dia, disampaikan adanya undangan rakernas. Dewan Pengurus Nasional (DPN) Peradi memberikan persyaratan mengenai siapa yang hadir sebagai utusan, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara. “Yang lain tetap boleh ikut sebagai peninjau. Rencananya Depok akan mengirimkan tiga utusan dan delapan peninjau,” ungkapnya.

Dalam rakernas ini, katanya lagi, DPC Peradi Depok membawa usulan agar DPN memperhatikan kualitas advokat dan upaya pemberian bantuan hukum kepada masyarakat yang tidak mampu dalam rangka mendapat keadilan.

Ia menjelasnya, pemberian bantuan hukum tersebut berdasarkan UU Advokat dan Kode Etik yang menyatakan bahwa advokat wajib menyisihkan 30 persen waktunya untuk membantu masyarakat yang tidak mampu, sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

“Melalui rakernas ini, harapan DPN dapat membuat lokakarya bagaimana advokat setelah lulus diberi pembekalan untuk meningkatkan kualitas. DPN biasanya mengdakan seminar tiap tahun, mengundang advokat asing, tiap bulan berupa pengabdian, arbitrase, hingga traning. Tujuannya untuk meningkatkan kapabilitas dan profesionalitas advokat, sehingga bisa go internasional. Salah satunya dengan memanfaatkan keahlian advokat asing, sharing pengalaman,” pungkasnya. (cky)