Beranda Politika Perayaan Maulid Nabi dan Tablig Akbar di Rutan Depok

Perayaan Maulid Nabi dan Tablig Akbar di Rutan Depok

0
Perayaan Maulid Nabi dan Tablig Akbar di Rutan Depok
RICKY/RADAR DEPOK PERAYAAN MAULID: Karutan Kelas IIB Depok, Sohibur Rachman bersama Pimpinan Majelis At Taubah serta warga binaan, berfoto usai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tablik Akbar di Rutan Kelas IIB Cilodong, kecamatan Cilodong, Selasa (5/12).
RICKY/RADAR DEPOK
PERAYAAN MAULID: Karutan Kelas IIB Depok, Sohibur Rachman bersama Pimpinan Majelis At Taubah serta warga binaan, berfoto usai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tablik Akbar di Rutan Kelas IIB Cilodong, kecamatan Cilodong, Selasa (5/12).

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Depok berkerjasama dengan Majelis AT Taubah mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tablig Akbar kepada warga binaan, Selasa (5/12).

LAPORAN: Ricky Juliansyah

Tepat pukul 09:30 WIB, seluruh warga binaan di Rutan Kelas IIB Depok sudah duduk tertib di Masjid Baitul Rachman lingkungan Rutan. Lantunan ayat-ayat suci Alquran, menyebut asma Allah SWT dan salawat untuk baginda Nabi Muhammad SAW menggema di areal masjid. Bahkan, terdengar dari kejauhan.

Selasa (5/12) pagi, memang pihak Rutan Cilodong mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tablik Akbar dengan menggandeng Majelis At Taubah pimpinan Ustadz Abu Bakar Madris bersama seluruh warga binaan dan tamu undangan.

“Kami dari Rutan bersama tim kami dari Yayasan At Taubah melaksanakan kegiatan perayaan Maulid Nabi dilanjutkan dengan Tablik Akbar. Hal ini merupakan sebuah upaya dari proses pembinaan kepada narapidana dan anak didik kami di dalam,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Depok, Sohabur Rachman.

Tahun kedua ini agak berbeda, karena tamu undangan dari semua unsur, dapat guyub dan hadir bersama-sama, terutama warga binaan Rutan Cilodong yang mengikuti sangat antusias mengikuti perayaan maulid tersebut.

“Kami yang bertugas di sini, kita semuanya yaitu petugas rutan, warga binaan, masyarakat, tokoh agama, tokoh sosial, aparat hukum, keluarga dari parabinaan harus bersinergi. Semua pendekatan harus kita lakukan demi para narapidana yang sedang menjalani masa di sini,” ujar Sohibur.

Sekitar 500 narapidana dari seribuan napi yang berkesempatan ikut acara ini mereka bergembira, selain mendapat nasihat dari para ustad At Taubah juga riang menyantap menu sajian nasi soto ayam. Suasa berbaur dan akrab tampak berkesan, para tamu termasuk wartawan, petugas rutan berinteraksi akrab dan saling sapa.

Pemimpin Majelis At Taubah, KH Abu bakar Madris, mengaprasiasi apa yang lakukan Rutan Cilodong, karena kerjasama rutan dengan aparat pemerintah dan ulama baik.

“Kami kasih tausiyah agama di rutan ini gak ada bedanya, seperti ceramah di luar. Lihat itu, warga rutannya baik-baik, kami apresiasi pada pembina dirutan ini,” ujarnya.

Para ustad di At Taubah dari saban hari, dari Senin sampai Kamis secara bergantian menjadi pengajar kepada paranapi di masjid ini.

Sementara itu, Ketua Umum Depok Lawyer Club, Mukhlis Effendi menambahkan, selepas menjalani masa tahanan paranapi lebih baik menjalani kehidupan dan tidak lagi bermasalah dengan hukum, dan penghuni rutan semakin berkurang, serta tidak ada yang terpaksa kembali lagi.

“Kota Depok kan visinya nyaman, aman, religius, maka harusnya penghuni rutan harus sedikit. Kalau perlu gak ada malah, kalau warga Depok banyak yang menghuni rutan, y gimana ini dengan visi Kota Depok. Di sini mareka bisa lakukan introspeksi diri, bermuhasabah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Setiap masa perjalanan hidup anak manusia pasti ada hikmahnya, disini juga bisa bertaubah dan semoga mareka istiqamah,” tandasnya. (*)