Supariono, ketua Bidang Ekonomi, keuangan, teknologi dan Lingkungan Hidup DPW PKS Jawa Barat.

DEPOK – Ketua Bidang Ekonomi, keuangan, teknologi dan Lingkungan Hidup DPW PKS Jawa Barat, Supariono, memprediksi pekan pertama Januari akan ada beberapa kejutan dalam dinamika pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Diketahui pada 8-10 Januari KPU telah menetapkan jadwal untuk pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilgub Jabar yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023

“Kalau informasi terbaru belum ada, terakhir saya rapat Minggu lalu, hampir semua partai dan semua pasangan belum ada yang benar-benar pasti (koalisi dengan apa dan paslon),” kata Supariono kepada Radar Depok, kemarin.

Sementara PKS,PAN dan Demokrat mengusung pasangan DEMIZ-Syaihu, kemudian PPP, Nasdem, PKB mengusung Ridwan Kamil dan belum ada wakil yang pasti. Sementara, di Golkar dan PDIP belum memunculkan nama kandidat.

“Sementara belum lama ini Gerindra membentuk poros baru dengan mengusung Mayjen (Purn) TNI Sudrajat sebagai calon Gubernur,” papar mantan Ketua DPD PKS Kota Depok ini.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini menilai, semua format diperkirakan masih bisa berubah, terutama setelah Golkar menarik dukungan dari Ridwan Kamil dan Gerindra memunculkan Mayjen (Purn) TNI Sudrajat sebagai Calon Gubernur.

“Prediksi saya pekan pertama Januari akan terjadi beberapa kejutan karena waktu pendaftaran yang sudah semakin dekat,” ungkapnya.

Namun, lanjut Suparyono, dirinya secara pribadi belum bisa memprediksi seperti apa format koalisi dan pasangan calon finalnya. Sebab, dinamika lobi dan komunikasi politik di pekan terakhir Desember dan awal Januari pasti akan sangat tinggi.

“Ya segala sesuatu menjadi sangat mungkin,” ucap Suparyono.

Diketahui Pertemuan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menghasilkan kesepakatan untuk reuni dalam Pilgub di lima daerah.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor DPP PKS, JL TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/12) malam itu, ketiga partai sepakat akan berkoalisi di Pilkada Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku Utara.

Bergabungnya tiga partai ini membuat terjadinya ‘koalisi reuni’ saat mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. PAN awalnya menjadi salah satu partai dalam Koalisi Cikeas mengusung pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Namun usai Agus dan Sylviana menempati perolehan suara paling buncit sehingga tak lolos ke putaran kedua, PAN mendukung Anies dan Sandiaga di putaran kedua melawan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dan akhirnya menang.

Bersama Demokrat, PAN dan PKS awalnya berniat mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu dengan membentuk koalisi zaman now. Namun, usai PAN dan PKS sepakat berkoalisi dengan Gerindra maka nasib pasangan Deddy Mizwar dan Syaikhu berada di ujung tanduk. (cky)