Irwan/Radar Depok IMBAU: Ketua Yayasan Perjuangan Kholifah Masa Depan, H. Moch. Soleh mengajak seluruh siswa mengikuti teladan Rasulullah dan diterapkan di lingkungan sekolah.

DEPOK –  Ratusan siswa-siswi Sekolah Perjuangan dan Peradaban yang berada di bawah naungan Yayasan Perjuangan Kholifah Masa Depan, begitu khidmat mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Sabtu (16/12).

Acara yang dilaksanakan di aula sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Sawangan, Kp. Kekupu, No.01, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatn Pancoranmas, dihadiri Ketua Yayasan Perjuangan Kholifah Masa Depan, H. Moch. Soleh, anggota DPRD Kota Depok Edi Masturo, Lurah Rangkapan Jaya Komarudin Daiman, hingga para orangtua siswa.

“Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW ini merupakan agenda rutin dari yayasan, yang merupakan bagian dari peringatan hari besar Islam. Tema yang diangkat dalam peringatan ini adalah Dengan  Semarak Maulid Nabi Muhamad Saw dan Kebersamaan Keluarga Besar Sekolah Perjuangan dan Peradaban Kita Jadikan Ketauladanan Nabi Muhamad Saw sebagai Landasan Budaya Sekolah,” ujar Ketua Yayasan Perjuangan Kholifah Masa Depan, H. Moch. Soleh.

Sejalan dengan tema yang diangkat, seluruh unsur yang ada di sekolah diharapkan dapat menjadikan Rasulullah sebagai teladan karena pada dirinya terdapat suri tauladan yang baik. Hal ini dinilai sangat penting guna membentengi segala pengaruh negatif yang bisa mempengaruhi para siswa.

“Mari terapkan teladan Rasulullah dalam keseharian di sekolah dan di manapun berada, sehingga hal itu nantinya akan menjadi budaya yang tidak akan terlepas,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan juga menyerahkan dua paket umroh untuk guru yang telah mengabdi kepada sekolah dan telah membuktikan loyalitasnya. Pemberian paket umroh ini adalah program yayasan yang bertujuan memberikan semangat dalam kinerja bagi para guru di Sekolah Perjuangan dan Peradaban yang memiliki unit SD, SMP, SMA, dan SMK Farmasi.

“Setiap tahunnya, diberangkatkan umrah dua orang guru. Dimulai dari guru yang masa baktinya paling lama,” katanya.

Sementara, KH. Encep Hidayat, dalam tausyiahnya menyampaikan misi Rasulullah diutus ke dunia adalah untuk menjelaskan tiga perkara, yakni Islam, Iman, dan Islam.

Sebagai umat Rasulullah, katanya, jika ingin selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat adalah istiqomah dalam Iman, Islam, dan Ihsan.

“Dalam pengajaran atau pendidikan, jangan sampai keluar dari Iman, Islam, dan ihsan. Karena jika kita mencetak orang yang pintar, tanpa ketiganya maka akan tercipta orang-orang yang suka menipu. Harus dipadukan antara ilmu pengetahuan dengan Islam, Iman, dan Ihsan,” katanya. (irw)