INDRA SIREGAR/ RADAR DEPOK MEMANTAU: Kader Jumantik sedang mengecek salahsatu lokasi yang dihinggapi jentik nyamuk.

INDRA SIREGAR/ RADAR DEPOK
MEMANTAU: Kader Jumantik sedang mengecek salahsatu lokasi yang dihinggapi jentik nyamuk.

Peran Juru pemantau jentik (Jumantik ) di Kota Depok sangat penting. Jumantik yang bertugas untuk memantau dan memberantas sarang nyamuk, merupakan kepanjangan tangan Pemkot Depok dalam menangkal penyebaran penyakit yang diakibatkan nyamuk, seperri Demam Berdarah (DB) maupun Malaria. Oleh karena itu, Jumantik di RW08, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoranmas rutin menjalankan kegiatan pantau jentik di seluruh RT di wilayahnya.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

 

Pagi itu, Jumat (22/12) cuaca cukup terik. Di sebuah halaman belakang rumah warga RT5/8, Kelurahan RJB tampak sekumpulan ibu – ibu kader Jumantik, sedang mengobrak abrik sampah – sampah dan tempat-tempat yang kemungkinan terdapat genangan air.

Diantara para kader Jumantik, tampak Ketua PKK RW8, Eni Lailiah. Dia mengatakan, mereka sedang mencari tempat – tempat yang dihinggapi jentik nyamuk untuk dimusnahkan. Karena, jentik nyamuk bisa berada dimana saja, dan kapan saja selama tempat tersebut, teradapat genangan air.

“Jentik nyamuk nantinya bisa menjadi nyamuk, yang merupakan sumber dari beberapa penyakit yang berbahaya,” ungkap wanita yang akrab disapa Leli tersebut.

Dia menambahkan, dalam kegiatan Jumantik di RT5/8,Kelurahan RJB tersebut, terdapat 122 rumah yang mereka periksa. Dari kegiatan tersebut, terdapat 5 tempat yang dihinggapi banyak jentik nyamuk.

“Tadi kita ada temuan di dalam pot bunga, tempat main anak, dan di wadah – wadah yang ada genangan airnya,” sambungnya.

Dia mengatakan, sembari melakukan kegiatan Jumantik, dirinya tak henti – henti menghimbau para warga sekitar untuk meminimalisir lokasi – lokasi genangangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Dia juga memberikan penyuluhan tentang bahayanya dampak yang ditimbulkan oleh nyamuk. Selain itu diberikan juga penjelasan apa yang harus dilakukan kepada penderita penyakit yang bersumber dari nyamuk

“Kegiatan Jumantik ini kami lakukan setiap bulan, tepatnya di akhir bulan. Jadi, dilakukan secara intensif,” tutupnya. (*)