DICKY/RADARDEPOK TRADISI: Sejumlah pengurus tokoh perguruan Pengsimatoga Jalan Enam usai melaksanakan latihan di wilayah Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu.
DICKY/RADARDEPOK
TRADISI: Sejumlah pengurus tokoh perguruan Pengsimatoga Jalan Enam usai melaksanakan latihan di wilayah Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu.

Kota Depok kaya akan segudang keseniannya, salah satunya tentang kesenian beladiri dari wilayah Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, yakni Pengabaran Silomacan Tomplok Gaok (Pengsimatoga) Jalan Enam. Perguruan yang didirikan sejak 1998 tersebut, kini memiliki 2.000 anggota.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

 

Jangan heran apabila Kota Depok banyak ditemukan perguruan silat, sudah bukan menjadi rahasia umum, Kota Depok masih mempertahankan salah satu nilai budaya kesenian beladari. Seperti halnya dengan Pengsimatoga Jalan Enam yang berasal dari Pasar Rebo, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari.

Duduk dengan santai, Sekretaris Jendral Pengsimatoga Jalan Enam, Ahmad Murasa mengatakan, perguruan Pengsimatoga merupakan perguruan silat yang dibentuk pada tahun 1998. Perguruan tersebut, merupakan kumpulan masyarakat yang memiliki kemampuan kesenian beladiri yang terus dijaga.

“Pada awal pembentukan Pengsimatoga, hanya ada 50 anggota,” ujar Murasa.

Pria yang menjabat sebagai Ketua RW8, Kelurahan Cinangka tersebut mengungkapkan, Perguruan Pengsimatoga kerap melakukan latihan untuk masyarakat yang ingin ikut bergabung. Semua itu, untuk menjaga tradisi kesenian beladiri, maupun untuk bekal dalam menjalani kehidupan. Perguruan Pengsimatoga Jalan Enam, mengajarkan enam pancar kepada anggota perguruan, dengan berlatih pada Selasa, Rabu, dan Jumat, semuanya dilangsungkan pada malam hari.

Seiring berjalannya waktu, sambung Murasa Perguruan Pengsimatoga Jalan Enam terus mengembangkan sayapnya. Kini, Perguruan Pengsimatoga Jalan Enam memiliki cabang di Tangerang Selatan dan Bekasi dengan jumlah keseluruhan 2.000 anggota.

“Kini di wilayah Bojongsari ada 16 perguruan, Bekasi enam perguruan, dan Tangeran Selatan delapan perguruan,” terang Murasa.

Sambil duduk santai, Murasa memiliki asa untuk Perguruan Pengsimatoga Jalan Enam, dia ingin membangun seni tradisi menjadi seni prestasi. Selain itu, perguruan bela diri di Kota Depok tidak punah dimakan waktu dan dapat terus dipelajari secara turun temurun. (*)