DEPOK–Kabar bakal ada penetapan tersangka dari kasus rasuah pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan Tapos bukan lagi tabu. Malah, Pemkot Depok menyiapkan bantuan hukum jika dalam waktu dekat ini pihak Polresta Depok menetapkan tersangka, di kasus senilai Rp10 miliar tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono mengaku, telah mendengar dugaan kasus korupsi yang terjadi pada proyek pelebaran Jalang Nangka, Kecamatan Tapos. Ia juga telah mendengar saat ini kasus tersebut dalam penanganan aparat kepolisian. “Iya saya tahu, saat ini masih dalam pemeriksaan polisi,” kata Hardiono saat ditemui Radar Depok di ruangannya, Jumat (22/12).

Hardiono mengatakan, proyek pelebaran yang terjadi saat dia menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Depok. Memang terjadi masalah, karena pembangunannya sampai saat ini belum berjalan padahal diketahui anggaran telah mengalir.

“Saya tidak tahu alasannya, karena itu merupakan teknis dari dinas terkait. Saya waktu itu sebagai Kepala Bappeda tidak bisa mengintervensi hal teknis di dinas, jadi tidak tahu kenapa masalahnya,” terang mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok ini.

Meskipun begitu, lanjut Hardiono, apabila sudah ada penetapan tersangka dari pihak kepolisian. ASN yang bersangkutan dapat melapor kepada Kabag Hukum Pemkot Depok. “Kalau dia melapor, mungkin bisa mendapatkan pendampingan dari Kabag hukum,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfrimasi, Kasat Reserse Kriminal Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih terus estafet untuk mengungkapkan adanya unsur dugaan korupsi di tubuh Pemerintah Kota Depok. “Masih belum selesai (penyelidikan), Saya belum bisa komentar apa-apa,” singkat Putu. (ade)