Beranda Metropolis Warga Melati Dibohongi Pemkot, Sulap Taman jadi Pembuangan Limbah Medis

Warga Melati Dibohongi Pemkot, Sulap Taman jadi Pembuangan Limbah Medis

0
Warga Melati Dibohongi Pemkot, Sulap Taman jadi Pembuangan Limbah Medis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIPROTES WARGA : Tampak terlihat material bangunan di depan proyek pembangunan tempat pembuangan limbah medis yang di protes warga RW 05, Sektor Melati, Perumahan Grand Depok City, Jatimulya, Cilodong karena dianggap menggangu lahan fasos dan fasum, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

DEPOK–Kekiniannya Pemkot Depok makin arogan. Kemarin, penghuni Perumahan Grand Depok City (GDC) Sektor Melati RW05, Kelurahan Jatimulya, Cilodong meras dibokisin Pemkot Depok, terkait pembangunan Puskesmas. Biang keroknya, lahan seluas 2.00 meter yang semestinya dibangun taman malah dibangun gudang medis dan pembuangan limbah medis.

AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIPROTES WARGA : Tampak terlihat material bangunan di depan proyek pembangunan tempat pembuangan limbah medis yang di protes warga RW 05, Sektor Melati, Perumahan Grand Depok City, Jatimulya, Cilodong karena dianggap menggangu lahan fasos dan fasum, kemarin.

“Warga sudah hilang kesabaran makanya kita akan menggunakan jalur hukum untuk penyelesaiannya,” kata Sari warga RW5 Jatimulya, kepada Harian Radar Depok dilokasi, kemarin.

Tidak hanya itu, kata dia, kemarin warga  Perumahan Sektor Melati GDC membentangkan spanduk untuk menghentikan sementara pembangunan gudang, dan pembuangan limbah puskesmas. Ini sebagai bentuk protes kepada Pemkot yang selalu mengingkari kesepakatan. “Kami sepakat untuk memasang spanduk itu,” tegasnya.

Hal sama pun dikatakan, Lukman B warga RW5. Menurutnya dengan segera akan mengambil langkah hukum, sebab Pemkot Depok dalam pembangunan Puskesmas di Kecamatan Cilodong  sudah sering melanggar kesepakatan dengan warga.

“Kami kini sedang mempersiapkan data-data yang diperlukan untuk mengajukan gugatan kepada Pemkot Depok ke pengadilan,” ujar Lukman yang didampingi warga lainya.

Pada dasarnya, warga menyetujui pembangunan Puskesmas di atas lahan fasos-fasum. Tetapi, secara prosedur pemkot tidak pernah transparan mengenai rencana pembangunan Puskemas. “Alasan warga sangat kuat, karena lahan yang menjadi lokasi pembangunan puskesmas merupakan bagian dari fasilitas sosial dan fasilitas umum warga di Sektor Melati Perumahan GDC yang seluas 2.000 meter persegi lebih,” bebernya.

Bahkan, kata dia, legalitas proyek pembangunan tersebut dinilai tidak jelas. Warga juga mengaku tidak pernah disosialisasikan Pemkot Depok terkait pembangunan puskesmas semilai Rp1,4 miliar itu.

“Warga merasa ada kesewenang-wenangan Pemkot Depok dalam pembangunan gedung puskesmas Kecamatan Cilodongq. Bahkan kesepakatan dengan warga berkali-kali diingkari Pemkot,” ujar Lukman.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Depok, Lahmudin Abdullah menegaskan, Pemkot Depok yang membangun fasilitas kesehatan jangan asal membangun. Artinya harus ada meknisme yang teratur seperti di awal meminta persetujuan warga sekitar  seperti mengaji amdal dan lainya.   ”Pemerintah dalam membangun itu harus dengan perencanaan yang jelas, tidak asal templok sana templok sini, yang hasil nya nanti tidak maksimal. Apalagi terkait limbah, kan harus ada musyawarah dulu, kemudian kajian Amdal dan sebagainya. Kalau itu sudah dilakukan tidak akan ada protes warga,” tandasnya.(irw)