ADE/RADAR DEPOK Seorang pemuda Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Mesir, Abdul Raouf Gamal Ibrahim (25) saat dicokok aparat kepolisian sektor sukmajaya karena kedapatan memiliki segepok Dollar US pecahan $100.
ADE/RADAR DEPOK
Seorang pemuda Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Mesir, Abdul Raouf Gamal Ibrahim (25) saat dicokok aparat kepolisian sektor sukmajaya karena kedapatan memiliki segepok Dollar US pecahan $100.

DEPOK – Warga Negara Asing (WNA) asal Mesir, dicokok aparat kepolisian karena kedapatan memiliki segepok Dollar US pecahan $100 palsu, kemarin. Pria yang diketahui bernama Abdul Raouf Gamal Ibrahim (25), diamankan Polsek Sukmajaya setelah perempuan teman kencannya melaporkan kejadian tersebut.

“Jadi yang melapor ke kita teman kencannya. Dia kesal karena dikasih uang dolar palsu,” kata Kapolsek Sukmajaya, Kompol IGN Bronet Ranapati, kepada Harian Radar Depok, Jumat (22/12).

Menurut Bronet, berdasarkan pengakuan korban, kejadian itu bermula ketika korban yang diketahui bernisial F, bertemu dengan pelaku di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Margonda Depok.

“Pelaku kemudian mengajak korban kencan dengan iming-iming bakal diberikan imbalan berupa uang dolar. Namun, uang yang diberikan itu ternyata palsu,” tegas Bronet.

Saat diamankan, dari tangan pelaku polisi berhasil menemukan setumpuk dolar palsu yang kurang lebih bernilai ratusan juta rupiah.

“Karena ini menyangkut warga asing maka kami serahkan ke Imigrasi Depok,” kata Kompol Bronet.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II Depok, Gerry Baringin, mengatakan karena tidak ditemukan unsur pidana maka Gammal dijerat Pasal 75 ayat 1 Undang-undang No 6 Tahun  2011 tentang ke-Imigrasian.

Dalam UU tersebut disebutkan, petugas Imigrasi berhak melakukan tindakan administratif terhadap warga asing yang melakukan tindakan berbahaya atau patut diduga menyalahgunakan atau membahayakan keamanan dan ketertiban umum dan tidak menghormati Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dengan ancaman deportasi.

“Rencananya hari Sabtu ini akan kita lakukan pendpertoasian dengan tujuan langsung ke Kairo. Sementara itu kita lakukan detensi (penahanan) dulu. Kemudian juga akan dikenakan pencekalan minimal enam bulan,” kata Gerry.

Selain kepemilikan uang palsu tersebut, lanjut Gerry, masa berlaku paspor Gamal juga telah habis, karena sesuai jadwal seharusnya sudah meninggalkan Indonesia pada tanggal 18 Desember lalu.

“Datang 18 November 2017 dan diberikan waktu 30 hari jadi paspornya juga sudah habis,” pungkasnya. (ade)