PEBRI/RADAR DEPOK PENINGKATAN: Pengurus BKPAKSI Kota Depok berfoto bersama dengan tamu undangan dalam pembukaan Diklat Jenjang Tingkat Dasar yang diadakan dari tanggal 2-6 Januari 2018.
PEBRI/RADAR DEPOK
PENINGKATAN: Pengurus BKPAKSI Kota Depok berfoto bersama dengan tamu undangan dalam pembukaan Diklat Jenjang Tingkat Dasar yang diadakan dari tanggal 2-6 Januari 2018.

DEPOK – Sebanyak 117 guru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti Diklat Jenjang Tingkat Dasar yang diadakan Badan Koordinasi Pendidikan Al-Quran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kota Depok.

Kegiatan yang diadakan di aula Lantai 10 Gedung Baleka 2 tersebut, diadakan dari tanggal 2-6 Januari 2018.

Sekretaris BKPAKSI Kota Depok, Ririn Tjahyaningsih mengatakan, ini adalah pertama kali pihaknya mengadakan diklat dasar untuk guru. Peserta yang ikut tidak hanya anggota BKPAKSI. Tetapi ada juga beberapa guru dari daerah lainnya, seperti Jogjakarta, Balikpapan, dan Bali.

“Ada beberapa materi dan juga akan diselingi dengan praktik. Jadi, selama sepekan mendapatkan pelatihan, mereka akan diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan tentang profesinya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Ririn menuturkan, sesuai dengan tema dalam kegiatan tersebut, yakni ‘meningkatkan kualitas pendidik PAUD yang profesional, cerdas, terampil, dan berakhlakul karimah’, maka tujuannya, meningkatkan wawasan guru dalam cara mengajar mereka untuk siswa PAUD. Apalagi, yang dihadapi adalah anak-anak yang sedang berada di usia emas. Jadi, harus mengkonsepkan pendidikan dengan matang.

“Pendidikan di masa golden age (usia emas), menjadi pondasi dasar untuk pembentukan karakter anak, sampai mereka dewasa kelak. Jadi, pengajarannya harus dilakukan dengan detail dan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Setelah mendapatkan materi dan menjalani praktik selama pelatihan, para peserta akan melanjutkannya dengan praktik mandiri, dimana 200 jam mengajar di sekolahnya masing-masing. Selama praktik mandiri tersebut, mereka harus menerapkan materi yang sudah diberikan selama mengikuti pelatihan, dan nantinya akan ada evaluasi untuk itu.

“Nantinya para peserta akan mendapatkan sertifikat yang berguna untuk mengajar mereka. Jadi, kualitas mengajar mereka sudah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya. (peb)