IRWAN /RADAR DEPOK  SIMULASI: Aparat gabungan dari Polresta Depok dan Kodim/0508 Depok menghadang massa yang tidak terima pasangannya kalah di Pilgub Jabar 2018. Hal itu terjadi dalam simulasi persiapan menghadapi perhelatan Pilgub Jabar 2018, di lapangan Balaikota Depok, kemarin (5/1).
IRWAN /RADAR DEPOK 
SIMULASI: Aparat gabungan dari Polresta Depok dan Kodim/0508 Depok menghadang massa yang tidak terima pasangannya kalah di Pilgub Jabar 2018. Hal itu terjadi dalam simulasi persiapan menghadapi perhelatan Pilgub Jabar 2018, di lapangan Balaikota Depok, kemarin (5/1).

DEPOK – Puluhan massa dari salah satu kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Mereka tidak terima jagonya kalah dan menganggap ada kecurangan di tempat pemungutan suara di berbagai tempat.  Bukan hanya itu, aksi tersebut juga diwarnai saling dorong antara petugas keamanan dan massa.

Awalnya, massa yang datang dengan membawa berbagai spanduk dan bendera parpol menuntut KPU melakukan pencoblosan ulang, karena ada indikasi kecurangan oleh salah satu pasangan calon. Belum sempat ada negosiasi, massa langsung merangsek masuk ke barisan Dalmas Polresta Depok dan Kodim/0508 Depok.
Saling dorong antara petugas dengan massa tak terhindarkan, mereka kewalahan dengan jumlah massa, petugas akhirnya menurunkan tim anti huru-hara.
Inilah skenario simulasi yang dilakukan Polresta Depok dalam rangkaian Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Operasi Kewilayahan ‘Mantap Praja 2018’ yang digelar di lapangan Balaikota Depok, Jumat (5/1).

Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan, simulasi yang dilakukan merupakan bagian dari tahapan Pilgub Jabar 2018 mendatang. Mulai dari tahapan ini sudah banyak potensi kerawanan yang harus diantisipasi. “Banyak yang perlu diantisipasi,” kata Didik kepada Radar Depok.

Didik menyebutkan, simulasi ini tentunya dilakukan bersama-sama dari unsur Polisi, TNI, Panwaslu, dan penyelengara KPU Depok. “Kami harap simulasi ini sebagai contoh menghadapi Pilgub Jabar. Kami menurunkan dua pertiga pasukan dan TNI pun sama,” kata Didik.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengatakan, unsur vertikal di Depok sudah siap melaksanakan pemilukada atau Pilgub Jabar mendatang. “Mereka tidak hanya menjaga keamanan di Depok. Tapi di luar Depok pun menjaga. Kita harap Pilgub Jabar aman dan kondusif,”

Ketua KPU Depok Titik Nurhayati menuturkan, jumlah TPS di Depok pada Pilgub Jabar bertambah 67 titik TPS yang kini ditotal jadi 3.302. Penambahan TPS ini tentu berbagai faktor, terutama penambahan penduduk dan pemekaran RT dan RW. “Jadi kami mempertimbangkan pemecahan TPS,” ucap Titik.

Dandim 0508/Depok Letkol (inf) Iskandarmanto mengatakan, dari TNI sudah siaga semua untuk membantu pengamanan Pilkada tahun 2018. “Kalau diperlukan kita lakukan tambahan pasukan dari satuan tempur untuk ditempatkan di wilayah,” kata Iskandar.
Namun Dandim belum bisa merinci berapa banyak pasukan yang akan diterjunkan dalam pengamanan Pilkada tahun 2018 ini. “Untuk jumlah pasukan nanti saya sampaikan setelah dilakukan gelar pasukan dari komando atas,” tandas Iskandar.(irw)