Aneh, Pelaku Peremas Dada Dihukum Ringan

In Metropolis

DEPOK–Gelagat pelaku peremas payudara Ilham Sanin, mendapatkan hukuman ringan bahkan lepas dari jeratan hukum, dinilai aneh sejumlah pihak. Salah satunya, Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Depok, Sahat Farida Berlian. Dia mengaku, heran dengan sikap Polresta Depok yang hanya mengenakan pasal dugaan merusak kesopanan di muka umum, terhadap pelaku peremas payudara.

Perempuan yang juga menjabat Ketua Bidang Perempuan dan Anak PDI Perjuangan Depok ini menyebutkan, viral mengenai tindakan asusila peremasan payudara oleh pria pengendara motor kepada perempuan pejalan kaki, menambah daftar ketidakamanan dan ketidaknyamanan kota Depok.

“Pelaku sudah dilaporkan ke kepolisian, tapi hanya hanya dikenai pasal dugaan Merusak Kesopanan di Muka Umum,” tutur Sahat kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Ini jelas mengherankan. Polisi sangat tidak punya perspektif, jelas itu penyerangan fisik, kenapa hanya memasukkan pasal merusak kesopanan di muka umum.

Yang kerap mendapatkan perlakuan seperti itu jelas perempuan, karena payudara salah satu pembeda fisik laki-laki dan perempuan. “Itu polisi terima ga kalau korbannya itu adalah anak perempuannya atau istrinya atau keluarganya. Kok bisa pelaku hanya dikenai dugaan pasal merusak kesopanan di muka umum,” tegas Sahat.

Sahat mengatakan, pelaku bisa dijerat dengan pasal 352 KUHP, meski dianggap ringan, namun penyerangan ini termasuk dalam kekerasan fisik yang khas menimpa perempuan. Bisa juga dikenai pasal 281 KUHP dengan pidana 2 tahun 8 bulan bui.

“Tubuh perempuan bukan mainan, seenaknya saja main remas-remas. Polisi harus tahu, bahwa luka akibat peremasan bisa saja tidak terlihat, tapi bagaimana dengan trauma yang dialami korban. Takut berjalan/keluar sendirian, bisa juga hal ini menimbulkan ketakutan pada perempuan-perempuan lain, karena pelaku hanya dikenai pasal merusak kesopanan di muka umum,” ungkapnya.

Karenanya, Sahat menyatakan siap mendampingi korban untuk mendapatkan keadilan hukum yang patut. “Saya Siap mendampingi korban agar mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

AMD yang menjadi korban mengaku geram atas perbuatan Ilham. AMD berharap pelaku dihukum yang setimpal.”Saya nggak akan maafin. Saya mau dia menuai apa yang dia tanam,” singkat AMD.

Perlu diketahui pelaku peremas dada, Ilham ditangkap di rumahnya di Mekarsari, Depok pada Senin (15/1). Ilham dibawa polisi ke Polresta Depok dengan pendampingan orang tua dan saudaranya.(cky)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun di Depok

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu