INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK TERKAPAR: Kondisi Rifki Sebastian di ruang perawatan setelah mendabat luka akibat sabetan celurit di bokong.
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
TERKAPAR: Kondisi Rifki Sebastian di ruang perawatan setelah mendabat luka akibat sabetan celurit di bokong.

DEPOK – Muhammad Rifki Sebastian (19) terkapar setelah terkena sabetan celurit tepat di bokong sebelah kirinya, oleh sekelompok remaja Senin (8/1) malam sekitar pukul 21.00. Warga Jalan Plered, RT8/5, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan tersebut, disabet senjata tajam (sajam) saat berada di Jalan Ahmad Dahlan, Kampung Rawa Denok, RT5/8, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoranmas.

Saat kejadian, dia bersama tiga temannya yang mengendarai dua sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Mereka kemudian berpapasan dengan sekelompok remaja berpakaian seragam sekolah, yang mengendarai belasan sepeda motor. Tanpa tedeng aling-aling sekelompok pelajar yang bersaja, tersebut, langsung menyerang Rifki dan tiga temannya.

Akibat dari serangan tersebut, Rifki mengalami luka bacok di bokong sebelah kirinya, sementara tiga temannya berhasil lolos dengan kabur ke pemukiman warga. Rifki yang berlumuran darah kemudian dilarikan warga ke Klinik Ismail Medika di Jalan Caringin, Kampung Kekupu, Kecamatan Pancoranmas, yang tak jauh dari lokasi kejadian untuk mendapatkan perawatan.

Para pelaku penyerangan dan pembacokan tersebut sempat dikejar warga sekitar, namun, mereka berhasil lolos.

Kapolsek Pancoranmas, Kompol Roni Agus Wowor menuturkan, pihaknya sudah memeriksa tiga rekan Rifki sebagai saksi dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Muhamad Rafli Putra Fadilah (19) warga Jalan Mushola RT03/10, Parung, Kabpaten Bogor, Muhamad Aldi (18) warga Jalan Edi Santoso, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, dan Ahmad Fathuriski warga Jalan Raya Citayam RT1/5, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung.

Kompol Roni Wowor menduga, para pelaku penyerangan adalah sekelompok pelajar yang memang berencana tawuran. Namun, kata dia pihaknya masih mendalami motif pembacokan tersebut.

“Belum diketahui sebab yang jelas. Yang pasti saat korban berpapasan dengan anak-anak yang diduga anak sekolah, karena mereka berseragam, lalu korban dan 3 orang temannya diserang,” katanya. (cr1)