Pojoksatu.id FOTO: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Pojoksatu.id
FOTO: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi

DEPOK – Kader Partai Golkar merasa miris pada kondisi DPD Partai Golkar Kota Depok yang dianggap ‘sepi-sepi aja’. Sebab selama ini, nyaris tak terdengar kiprahnya dikancah politik di Kota Sejuta Maulid.

Padahal, kata Koordinator Kaukus Kader Cinta Partai Golkar, Edmond Johan, banyak agenda politik tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kota yang harus diperjuangkan oleh Partai Golkar. Tentu yang terdekat, hajatan besar Pilgub Jabar 2018.

“Kondisi Partai Golkar di Kota Depok sekarang lemah, seperti tanpa roh. Leadership tak terasa. Kami sebagai kader dan loyalis partai miris dengan kondisi ini. Kaukus Kader Cinta Partai Golkar meminta Pak Dedi Mulyadi turun tangan,” ujar Edmond Johan kepada Radar Depok, belum lama ini.

Mantan Anggota DPRD Kota Depok ini menilai, kekacauan Partai Golkar di Kota Depok disebabkan terjadi tindakan inkonstitusional AD/ART dan Peraturan Organisasi Partai Golkar yang dipaksakan oleh seorang fungsionaris pada tahun 2016 lalu. Waktu itu, Babai Suhaemi masih menjabat sebagi Ketua DPD Golkar Kota Depok periode 2016–2020.

“Untuk kepentingannya, oknum ini dan dimanfaatkan oleh golongan pragmatis yang mendompleng Partai Golkar memaksa melaksanakan Musdalu,” sebut mantan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok.

Edmond menuturkan bila Dedi Mulyadi sudah menyanggupi untuk segera membenahi Partai Golkar di Kota Depok dan akan mengembalikan kepengurusan yang dipimpin Babai Suhaemi.

“Kami sudah berjumpa dengan Bapak Dedi Mulyadi di Purwakarta. Kami sampaikan kondisi partai di tempat kami yang tak jelas kiprahnya. Dikelola oleh para pragmagtisme politik dan keuntungan lainnya. Tuntutan kami, hasil musdalub 2016 dianulir,” tutup Edmond. (cky)