AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK POMPA SEMANGAT: Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat pidato politik awal tahun di kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.  
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
POMPA SEMANGAT: Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat pidato politik awal tahun di kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

DEPOK Guna memuluskan langkah pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018. DPC Partai Demokrat Kota Depok menargetkan bisa meraup 100 ribu suara.

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Rudi Kadarisman menuturkan, pihaknya tentu akan menjadi Timm Sukses (Timses) yang baik. Nanti, akan dibentuk dari kedua koalisi ini dan ada tim gabungan untuk sekedar koordinasi. Tapi, tiap partai itu membuat timses masing-masing dengan jaringan partai mereka.

“Depok ini menjadi bagian dari Jabar. Kita menggunakan jaringan yang sudah terbentuk hingga anak cucu ranting di tingkat RT/RW tiap wilayah. Ini sudah terbentuk kepengurusan hingga 6.000 pengurus untuk memenangkan Demiz dan Demul di Pilgub Jabar,” kata Rudi kepada Radar Depok.

Kendati demikian, lanjut dia, Demokrat Depok belum membuat program yang sesuai dalam mensosialisasikan pasangan Demiz-Demul kepada masyarakat di Kota Depok. Namun, kata Rudi, pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan pengurus internal demi memuluskan langkah Demiz-Demul Pilgub Jabar.

“Kemarin kita rapat untuk kader ini memang sudah dipersiapkan dibawah komando Ketua Bidang OKK, pak Edi Sitorus, tiap PK siap menjadi timsesnya Demiz-Demul, dan wajib itu hukumnya,” paparnya.

Ia mengungkapkan, selain jaringan partai yang digunakan, tetapi anggota Dewan yang dari Partai Demokrat memiliki konstituen yang bukan merupakan kader Demokrat.

“Itu yang kita bina kemarin, besok akan kita kumpulkan semua. Jika tidak berhalangan 9 Januari akan deklarasi Demiz-Demul, tiap DPC diminta menghadirkan 500 orang. Sebenarnya ini ingin menunjukan jaringan mesin partai itu ada, itu saja konsepnya, bukan jaringan konstituen yang dibayar. Jika 500 dikalikan 27 kota/kabupaten, itu kan merupakan jaringan yang baik,” terangnya.

Ditambah, sambung Rudi, dengan orang-orang yang simpatik terhadap Demiz dan Demul di Kota Depok. Ia menilai sosok Demiz orang yang luar biasa, dengan kesederhanaan, berpolitik dengan art/seni, art itu rasa cinta dari hati ditambah Demiz berpolitik, jadi sangat menarik.

“Demiz ini luar biasa dimata saya, kerendahan hatinya dan memikirkan semua orang. Paling menarik ketika beliau berbicara dengan Syaikhu sudah bagus sekali kata-katanya, tidak disalahkan Syaikhu-nya,  tapi itu merupakan pilihan, dua jempol lah buat Demiz,” tegasnya.

Rudi meyakini Demiz dan Demul memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat. Sebab, jika tidak, tentu tidak semua orang datang dan ingin berpasangan dengan Demiz.

“Dalam pandangan saya, orang datang ke Demiz, itu kan merupakan sosok yang baik, kalau survei sudah bagus, mengangkat survei gampang. Disukai dulu, dicintai orang baru dipilih. Sudah berpengalaman juga, dimana-mana yang namanya Gubernur dan Wakil Gubernur ada kalanya konflik, tapi Demiz tidak melakukan itu dan tahu sebagai Wakil Gubernur yang tahu mana batasannya,” tandasnya. (cky)