DPP Gerindra Minta Polisi Usut Tuntas

In Utama
Lokasi TKP Penembakan

DEPOK – Perkelahian terjadi di parkiran Tempat Hiburan Malam (THM), dini hari kemarin (20/1). Akibatnya seorang kader Partai Gerindra, Fernando Alan Josua Wowor (25) tewas tertembak. Tak hanya itu anggota Brimob, Briptu AR (26) juga mengalami luka.      Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Bermula saat keduanya berpapasan di tempat parkir sekitar Lipss Club, Pool and Bar di Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Peristiwa tersebut turut menjadi perhatian DPP Partai Gerindra. Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman menegaskan bahwa Fernando Alan Joshua Wowor merupakan anggota aktif partai Gerindra. “Iya betul, almarhum merupakan kader kami,” kata Habiburokhman saat dikonfirmasi Radar Depok, Minggu (21/1).

Habiburokhman menyatakan, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan soal kasus penembakan yang menyebabkan tewasnya Fernando. Menurut keterangan rekan almarhum yang berada di TKP, almarhum mencoba mengamankan pistol pelaku karena setelah terjadi cekcok mulut di area parkir, pelaku mengokang dan menodongkan senjata ke kepala salah satu rekannya.

“Almarhum dan rekan-rekannya merasa ada bahaya, baru kemudian mereka mencoba merebut senjata dalam konteks membela diri,” beber Habiburokhman.

Kedua, ia mempertanyakan perilaku oknum anggota kepolisian yang menodongkan pistol dalam keadaan terkokang kepada masyarakat sipil. “Kemudian jika pelaku adalah anggota Brimob, apakah dibenarkan dia membawa senjata tidak dalam keadaan dinas,” kata Habiburokhman.

Saat ini, pihaknya sedang menggali keterangan dari orang-orang yang ada di TKP saat kejadian. Ia berharap agar kebenaran bisa terungkap dan harus ada yang bertanggungjawab atas wafatnya kader partai Gerindra tersebut. “Kasus ini bukan konflik antar institusi, tapi murni personal. Saat kejadian kedua belah pihak tidak tahu masing-masing dari institusi mana,” lanjutnya.

Habiburokhman mempercayakan pengusutan tuntas persoalan tersebut kepada kepolisian, dan ia berharap agar pihak kepolisian bisa bekerja maksimal sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu di beberapa kesempatan, Fernando yang merupakan warga Tomohon, Sulawesi Utara itu terlihat dekat dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Beberapa foto yang diunggah di laman facebooknya memperlihatkan bahwa Fernando sedang mengawal Prabowo.

Meski sempat disebut-sebut sebagai ajudan Prabowo, hal itu dibantah Habiburahkman. “Kalau dekat kita semua dekat dengan pak Prabowo. Yang pasti memang kader Partai Gerindra,” katanya.

Diketahui saat kejadian, Fernando yang menggunakan mobil bersama ketiga temannya hendak parkir. Namun, pada saat yang bersamaan, Briptu AR mengendarai sepeda motor juga hendak ke luar. Keduanya lalu terlibat percekcokan.

Kepala Bidang Penegakan Hukum (Kabidkum) Polda Jabar, Kombes Pol Iksantyo Bagus Pramono mengaku belum mengetahui secara pasti muara percekokkan yang membuat keduanya berebut senjata api milik Briptu AR.

Yang pasti, kata Bagus perebutan senjata itu berujung letusan timah panas yang mengenai dada Fernando. Pasca tertembak, Fernando langsung dibawa ke Rumah Sakit Vania di Jalan Siliwangi yang letaknya tak jauh dari lokasi perkelahian. Namun, nyawa Fernando tak tertolong meski sudah dilakukan pertolongan secara medis.

“Yang satu meninggal dunia karena letusan senjata api yang dalam hal ini perlengkapan perorangan Polri,” jelasnya wartawan di Mapolresta Bogor Kota di Kapten Muslihat, kemarin (20/1).

Tak sampai di situ, setelah letusan senjata yang menewaskan Fernando, gerombolan massa berdatangan dan mengeroyok Briptu AR hingga mengalami luka parah. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

“Sementara masih dalam penyelidikan. Kami sudah koordinasi dengan Korbrimob,” terangnya.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Rantau Isnur Eka mengaku kepolisian sudah menerima laporan dari kedua belah pihak. Hingga kini, polisi masih mendalami beberapa laporan berbeda dengan kasus yang serupa itu. “Informasi dari SPKT ada beberapa LP, tidak hanya satu LP. Jadi, saling melaporkan, sekarang sedang kita dalami keduanya,” katanya. (ade/fik/d)

You may also read!

MTQ kota depok ke subang

Depok Kirim 54 Kafilah ke MTQ Jabar XXXVI

LEPAS : Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Sri Utomo, memberikan sambutan sekaligus melakukan Pelepasan Peserta

Read More...
fadil haq tidar

PC TIDAR Depok Gencarkan #BeraniBerubah

Wakil Ketua Umum PC Tidar Kota Depok, Fadil Haq.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Surat Keputusan (SK) DPP

Read More...
jamsostek hari pelanggan

BPJAMSOSTEK Meriahkan Hari Pelanggan Nasional

HARI PELANGGAN : BPJAMSOSTEK Cabang Depok turut memeriahkan Hari Pelanggan Nasional Tahun 2020. Pada giat

Read More...

Mobile Sliding Menu