Geliat Ponpes As-Salamah Kota Depok

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SAMBUTAN: Pengasuh Ponpes As-Salamah, KH Bahrudin Toyib memberi sambutan dalam Peringatan Maulid Nabi, di Ponpes As-Salamah, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung.

Pondok Pesantren (Ponpes) As-Salamah mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah, di lingkungan ponpes yang terletak di Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Cipayung dengan tema ‘Jadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momen Meningkatkan Akhlakul Karimah dan Semangat dalam Menuntut Ilmu’.

LAPORAN: Ricky Juliansyah

Dari kejauhan, melalui pengeras suara yang terpasang, terdengar lantunan ayat-ayat suci Al Quran dan asma Allah yang diucapkan serempak. Pengasuh, para santri serta siswa Ponpes As-Salamah larut dalam kekhusyukan.

Di Ponpes yang terletak di Kelurahan Boponter, Cipayung tersebut memang mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 1439 Hijriah. Ratusan santri serta siswa pun antusias mengikuti peringatan hari besar islam (PHBI) di Ponpesnya.

“Salah tujuan pendidikan yang perlu diterima para siswa adalah mengajarkan cinta Nabi dan Rasul. Kecintaan pada Nabi itu dipelajari di Pesantren atau di Sekolah,” ujar Pengasuh Pesantren As-Salamah, KH Bahrudin Toyib.

Para santri mendapatkan pelajaran tentang sejarah Nabi Muhammad SAW seperti dalam Kitab Khulashoh Nurul Yaqin. Dirinya juga berpesan kepada seluruh guru As-Salamah agar dalam mengajar juga selalu menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

Pasalnya, Nabi Muhammad tidak hanya ahli dalam bidang agama saja. Namun, beliau juga ahli dalam politik, budaya, ekonomi, sosial, leadership dan lainnya.

“Semua ada dalam diri Rasul dan sudah lengkap. Kita ajarkan anak-anak melalui peringatan Maulid untuk mencintai Nabi. Yaitu dengan mencintai keluarga atau keturunan Rasulullah saat ini. Dzurriyah (keluarga) Rasul ibarat sungai, kalau kita adalah pancuran. Rasul juga senang kalau dzuriyahnya dicintai,” paparnya.

Rasa cinta pada Rasul dapat disalurkan melalui cinta Al-Qur’an dengan memahami dan mendalaminya. Dikatakannya, melalui Al-Qur’an akhlak bisa terjaga dan terhindar dari kerusakan. “Kita berharap melalui Maulid dan dunia pendidikan bisa merubah akhlak anak muda saa ini. Tentunya, dengan peringatan Maulid semakin berkah dan menjadikan anak-anak akhlaknya baik dengan meneladani Rasul,” ucap KH. Bahrudin.

Sementara dalam tausiyahnya, Ustadz. Jaka Tarub menguraikan betapa agung dan mulianya akhlaq Nabi Muhammad SAW. Menurutnya kondisi masyarakat saat ini sedang mengalami degradasi moral.

Terlebih lagi, lanjutnya, generasi muda saat ini juga mengalami serangan dari pengaruh budaya asing, teknologi, yang menjadi ancaman dan merosotnya akhlak.

“Pendidikan di Pesantren sebagai solusi penanaman akhlak bagi generasi zaman now. Sebab, tidak hanya teori yang diajarkan. Tapi, keteladanan dari seorang ustadz dan Kiyai juga turut membentuk akhlak. Semoga akan lahir pribadi yang tangguh dan berkarakter,” kata pendakwah bernama asli Riki Yakub. (*)

 

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun di Depok

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu