ADE/RADAR DEPOK SEPI: Kondisi rumah terduga jaringan penyelundupan Narkotika Golongan 1 Jenis Ganja 1,3 ton dari Aceh menuju Jakarta, bernama Patrick alias Luthfi usai penggeledahan oleh Satreskoba Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (4/1) terlihat sepi. Lampu rumah terlihat menyala dan tidak terpasang garis polisi.
ADE/RADAR DEPOK
SEPI: Kondisi rumah terduga jaringan penyelundupan Narkotika Golongan 1 Jenis Ganja 1,3 ton dari Aceh menuju Jakarta, bernama Patrick alias Luthfi usai penggeledahan oleh Satreskoba Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (4/1) terlihat sepi. Lampu rumah terlihat menyala dan tidak terpasang garis polisi.

 

DEPOK Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendatangi sebuah rumah kontrakan yang di Jalan Pramuka, Gang Masjid, RT04/04, Kelurahan Mampang, Pancoranmas, Kamis (4/1) malam.

Kedatangan mereka, guna menelusuri jaringan penyelundupan ganja seberat 1,3 ton asal Aceh, yang pada Minggu (31/12/2017) berhasil digagalkan polisi saat hendak menyebrang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Warga sekitar tentu saja terheran-heran dengan kedatangan belasan aparat kepolisian bersenjata lengkap. Salah satunya, Ima Risnawati (31), yang tinggal persis disamping kontrakan Lutfi alias Patrick. Patrick memang tengah menjadi buruan polisi atas kasus ini. Perannya pun cukup vital. Disinyalir sebagai distributor atau pengendali.

Ima mengak terkejut dengan kehadiran aparat kepolisian yang mendatangi rumah Patrick. “Kebetulan saya sedang dirumah. Tahu-tahu datang polisi. Saya kaget dong. Kenapa dia (Patrick),” kata Ima saat didatangi Radar Depok dikediamannya, Jumat (5/1) pagi.

Lebih jauh, Ima menjabarkan, ketika datang polisi sempat mengetuk rumah Patrick. Namun tidak mendapatkan jawaban. Setelah mendapatkan izin darinya dan beberapa warga, akhirnya rumah tersebut didobrak.

“Ternyata kosong, nggak ada orang. Saya juga nggak tahu dia (Patrick) kemana. Saya baru pulang saat kejadian,” lanjut Ima.

Tak hanya proses penggeledahan. Masih di waktu yang sama, Ima juga dibuat geleng-geleng kepala dengan penangkapan salah seorang warganya yang tak lain ibunda Patrick, Siti Ningsih. Dia diamankan sebagai saksi.

“Ketika polisi geledah rumah (Patrick), orang tuanya datang. Sempet kejar kejaran tuh polisi sama orang tuanya. Akhirnya ketangkep,” lanjut Ima.

Sampai disitu, Ima masih bertanya-tanya kasus yang melibatkan keluarga tetangganya tersebut. Hingga akhirnya ia mengetahui secara detail, setelah melihat berita. Dirinya pun dipanggil ke Polsek Pancoranmas sebagai saksi. Sebab dari ponselnya, ada percakapan transaksi jual beli ganja.

“Saya kira soal kasus penyulundupan motor atau pencurian motor. Karena yang saya tahu Lutfi (Patrick) itu kerjanya jadi mekanik bengkel,” lanjut Ima.

Ima mengatakan, dirinya kurang mengetahui sosok Patrick. Namun menurut penuturan istrinya, Lilis, ia memiliki kios burung dan bengkel motor serta kerap ikut balap liar. “Sehari-hari tertutup sih. Jarang dirumah juga. Tapi kalau sama istrinya saya kenal betul karena sering curhat,” beber Ima.

Ia juga mengatakan, tidak menyangka kalau orang tua dari Lutfi tersebut terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.

“Saya nggak begitu kenal juga sama Bu Ningsih. Cuma kaget saja, dia ikutan ditangkap. Usianya sudah tidak muda lagi soalnya,” lanjut Ima.

Ima mengatakan, Ningsih merupakan seorang janda berusia kurang lebih 60 tahun. Dia sering mengasuh anak pertama dari Patrick. “Bu Ningsih tinggal sendiri, tapi anaknya Lutfi sering tinggal bareng sama dia,” lanjut Ima.

Sementara, terkait istri Lutfi, Ima mengaku sering dimintai pendapatnya soal hubungan rumah tangganya yang kerap tidak harmonis.

“Kalau istrinya Lutfi (Patrick) namanya Lilis. Dia sering curhat, bahkan anaknya yang paling kecil sering dititipin sama saya kalau dia mau keluar dan Lutfi (Patrick) belum pulang,” cerita Ima.

Ima juga mengatakan, Rizki Akbar (34) pelaku yang tertangkap lebih dulu oleh Polrestro Jakarta Barat, sering mendatangi kontrakan Patrick menggunakan mobil hitam dengan intensitas cukup rutin. Namun dalam kurun waktu satu tahun kebelakang ia mengaku tidak pernah lihat.

“Jika Rizky datang, sering tuh istrinya bilang ke saya, ah males ada si gendut. Katanya begitu,” ungkap Ima menirukan Lilis.

Ima mengaku, terakhir ia berkomunikasi dengan Lilis kurang lebih empat hari lalu melalui media sosial. Dalam komunikasi tersebut, Ima mengatakan kalau Patrick meminta dirinya mencarikan kontrakan. “Bilangnya cuma dua bulan. Buat saudara ayahnya,” kata dia.

Ima tidak menaruh curiga. Namun begitu, ia tidak bisa memenuhi keinginan tersebut karena tidak berhasil mendapatkan kontrakan.

“Malam Kamis saya liat update stasus di media sosialnya. Ada video dia dan anaknya yang masih bayi. Terus tertulis ini malam terakhir tidur disini ya dek. Saya nggak tahu maksudnya apa,” lanjut Ima.

Pantauan Radar Depok, kontrakan Patrick terletak di sebuah komplek perumahan minimalis. Lampu depan masih dalam keadaan menyala. Tak ditemui juga garis kuning polisi di areal rumah yang bercat krem tersebut.

Ketua RT04/04, Kelurahan Mampang, Mulyanto mengatakan, polisi menggerebek rumah tersebut sekitar pukul 20:00 WIB, Kamis (5/1). Dirinya menyaksikan secara langsung.

Polisi datang sembari membawa seorang tersangka dan sepupunya, Rizky. Sempat diketuk, namun dari dalam tak ada jawaban. Akhirnya, polisi harus mendobrak pintu rumah untuk menemukan barang bukti milik terduga tersangka.

“Tidak ada orang ternyata,” terang Mulyanto.

Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan sejumlah alat bukti, seperti dua linting ganja bekas pakai, 1 unit kawasaki ninja B3896 EXV, 1 unit honda beat B 3453 EFN, 1 unit laptop hitam toshiba, 2 buah buku tabungan BRI, 3 buah buku tabungan BCA, dan 1 buah buku tabungan Bank Mandiri.

Kata dia, Patrick memang benar warganya yang telah tiga tahun mendiami kampungnya bersama istri dan kedua anaknya. Mulyanto juga menuturkan, selama tinggal di lingkungannya, Patrick dikenal jarang bergaul. Walau begitu, keluarganya telah melapor untuk tinggal.

“Ya saya tahu dia (Patrick). Dia sudah hampir 3 tahun tinggal di sini. Tapi ya, jarang bergaul,” jelas dia.

Dirinya menjelaskan, selama tinggal di lingkungannya, Patrick juga dikenal tidak memiliki pekerjaan tetap. Yang dia tahu, pria tersebut seharinya sering bermain burung dara di rumahnya. “Pekerjaan, dia sering main burung, dan jual beli juga kayaknya,” ujar pria yang kerap disapa RT Ebet itu.

Lebih lanjut, kata dia, Patrick sebelumnya tinggal di daerah Cilobak, Pangkalan Jati. Ibunya yang lebih dulu bermukim di lingkungan RT04/04.

Polsek Pancoranmas Mintai Keterangan Sejumlah Saksi

Sementara itu, Kapolsek Pancoranmas, Kompol Roni Wowor membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Barat. Ia mengatakan pihaknya turut mendampingi kegiatan penggeledahan tersebut.

“Betul memang pada hari kamis (4/1) malam, kami mendampingi satreskoba Polres Metro Jakbar untuk pengembangan kasus Narkotika Golongan 1 jenis ganja seberat 1,3 ton, yang ternyata jaringannya ada disini,” kata Roni saat dikonfirmasi.

Pihaknya pun, lanjut Roni, telah membantu dengan memanggil beberapa warga sekitar untuk melakukan penelusuran kasus tersebut, “Sejauh ini akan ada penyelidikan lebih lanjut, karena ini pengembangan Jakarta Barat untuk lebih detailnya itu dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Barat,” pungkas Roni. (ade)