Ilham Wajib Lapor, Proses Hukum Berjalan

In Metropolis

DEPOK-Pelaku peremas payudara Ilham Sanin, akhirnya benar-benar tidak ditahan. Penetepan tersebut menyusul telah selesainya pemeriksaan selama 1×24 jam, kemarin. Kendati demikian proses hukum warga Kelurahan Mekarsari, Cimanggis tetap berjalan.

“Tersangka Ilham telah selesai menjalani pemeriksaan selama 1×24 jam. Dia dikenakan wajib lapor karena pasal yang disangkakan yaitu 281 KUHP ancaman adalah 2,8 bulan,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol, Putu Kholis Aryana, kepada Radar Depok, kemarin.

Ilham diwajibkan lapor diri dua kali seminggu. Yaitu Selasa dan Kamis. Selain itu, ada jaminan juga dari pihak keluarga bahwa pelaku tidak akan melarikan diri. “Jaminan dari keluarga. Pelaku dikenakan wajib lapor dua kali seminggu,” terangnya.

Menurutnya, tersangka selama ini kooperatif. Pasal yang dikenakan pada Ilham tidak termasuk dalam pasal pengecualian untuk tidak dilakukan penahanan. “Ada pasal pengecualian untuk yang dibawah lima tahun. Pasal 281 tidak termasuk dalam pengecualian, sehingga tidak dilakukan penahanan,” paparnya.

Kendati demikian, sambung Putu proses hukumnya tetap berjalan. Pemberkasan hingga saat ini masih dilakukan. Untuk selanjutnya dikirimkan ke jaksa penuntut umum (JPU). “Proses hukumnya tetap berjalan walaupun tersangka tidak ditahan,” tegasnya.

Korban, AMD mengaku kecewa. Sebab, pelaku peremasan payudara tidak ditahan. “Sangat disayangkan (tidak ditahan). Tapi kembali pada UU. Kalau saya pribadi pengennya ditahan,” katanya, Kamis (18/1).

Sebagai perempuan dia merasa harga dirinya dilecehkan, dengan perbuatan Ilham. Kemudian setelah berbuat itu Ilham tak dipenjara. Amanda mengkhawatirkan jika tidak diberi efek jera, akan ada pelaku lain yang dengan leluasa bertindak demikian. “Saya maunya ada efek jera supaya nggak terjadi lagi yang seperti ini,” ungkapnya.

Dia pun meminta agar dalam proses revisi UU Perlindungan Perempuan lebih dilindungi. Karena menurutnya saat ini sudah terjadi krisis moral. “Entah sakit atau gimana jadi gampang banget ngelecehin (perempuan),” paparnya.

Untuk upaya selanjutnya dia mengaku sudah diajak berkordinasi dengan pihak lain. Bahkan sudah ada pihak yang bersedia membantunya. “Sudah ada tawaran dari DPRD. Tapi saya masih mau berjalan sendiri dulu,” tutupnya.(irw)

You may also read!

Simulasi pilkada polda metro jaya

Ratusan Personel Kepolisian Disiagakan untuk Pilkada Depok

PANTAU : Karoops Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto, usai memantau kegiatan simulasi Pilkada di Alun-alun

Read More...
menara air sukmajaya diruntuhkan

Ini Alasan PDAM Tirta Asata Rubuhkan Menara Air Sukmajaya

IKON : Menara air PDAM Tirta Asasta di Jalan Kejayaan, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya akan

Read More...
perjalanan KRL ditambah

Ini Syarat Karyawan Saat Pembatasan Aktifitas Masyarakat di Malam Hari

PADAT : Suasana perjalanan kereta di Stasiun Citayam, Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK

Read More...

Mobile Sliding Menu