PEBRI/RADAR DEPOK SEHAT SELALU: Seorang siswa SDN Sukamaju 9 terkejut saat dirinya merasakan disuntik imunisasi ORI difteri oleh petugas dari Puskesmas Kecamatan Cilodong, Kamis (4/1).
PEBRI/RADAR DEPOK
SEHAT SELALU: Seorang siswa SDN Sukamaju 9 terkejut saat dirinya merasakan disuntik imunisasi ORI difteri oleh petugas dari Puskesmas Kecamatan Cilodong, Kamis (4/1).

DEPOK –  SDN Sukamaju 9 yang berlokasi di Komplek Cimanggis Indah, Kecamatan Cilodong, menjadi lokasi Puskesmas Kecamatan Cilodong untuk melaksanakan Imunisasi outbreak response imunization (ORI) difteri di awal tahun 2018. Total ada 505 siswa yang menjadi target untuk diberikan imunisasi tersebut.

Penanggung Jawab Imunisasi di Puskesmas Cilodong, Yoni Retno Gumilang mengatakan, pemberian Imunisasi ORI Difteri di SDN Sukamaju 9 menjadi yang pertama usai liburan sekolah. Sebelumnya sedari bulan Desember 2017 pemberian imunisasi tersebut sudah dilaksanakan, tetapi diadakan di posyandu dan di puskesmas.

“Penyakit Difteri merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB), dimana sudah memakan korban jiwa di kawasan Kecamatan Cilodong. Jadi, perlu ada tindakan pencegahan dengan cepat,” ucapnya kepada Radar Depok.

Yoni menuturkan, untuk program imunisasi tersebut akan dilaksanakan selama tiga putaran, yakni di Bulan Januari, dan yang kedua di Bulan Februari dan setelah itu di enam bulan berikutnya, atau di Bulan Agustus 2018. Jika, ada siswa yang tidak mendapatkan imunisasi karena sedang sakit atau tidak masuk sekolah, bisa datang ke Puskesmas Cilodong untuk diberikan imunisasi di putaran pertama.

“Suntikan yang diberikan adalah bakteri hidup yang masuk ke dalam tubuh, dan membentuk kekebalan tubuh, dan untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang maksimal, harus diimunisasi sesuai dengan interval waktunya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Sukamaju 9, Tita Rosita Saleh menuturkan, siswa yang diberikan imunisasi adalah siswa dari kelas I – VI. Ini baru pertamakali diadakan di sekolahnya. Jadi, ini adalah pelayanan untuk memberikan jaminan kesehatan kepada siswa untuk diberikan imunisasi, untuk mencegah terkena penyakit yang bisa mematikan seseorang.

“Ini adalah langkah baik untuk siswa dalam hal kesehatan, tentunya kami akan terus berkoordinasi dengan puskesmas agar siswa mendapatkan pelayanan,” terangnya. (peb)