Infrastruktur Kampung 3 Dimensi Minim

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERSWAFOTO : Sejumlah warga sedang berswafoto saat berada di Kampung 3D, Jalan Tondano, Kecamatan Sukmajaya, kemarin.

DEPOK–Lukisan tiga dimensi (3D) di Jalan Danau Tondano RW3 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya yang tersohor sejak Oktober tahun lalu, masih ramai dikunjungi. Mereka yang datang tak ada batasan usia, orangtua dan anak kecil asik berpose di atas jalan maupun dinding dengan di lukis tiga dimensi.

Ada pun gambar tiga dimensi itu, diantaranya bergambar ikan hiu, perahu, kubik, permandani, dan jurang. Ditambah lagi, gambar dimensi terlihat ditembok rumah warga seperti gambar tirex, moster hulk, dan cumi-cumi raksasa.

“Saya sengaja datang ke sini cuma foto-foto, dan juga  penasaran lihat gambar tiga dimensi,” kata Fenti warga Kelurahan Sukmajaya yang datang bersama anak dan rekanya, kepada Radar Depok, kemarin.

Lukisan tiga dimensi, ia mengetahui dari media sosial dan media massa. Karena penasaran, dirinya datang bersama anak. “Gak perlu jauh-jauh, cukup di Depok. Saran saya gambarnya ditambah dan dijadikan tempat wisata lokal,” ulasnya.

Karya seni itu dibuat dari tangan anak muda RW3 Kelurahan Abadijaya, yang tergabung di oragnisasi Karang Taruna (Katar). Mereka bertekat dan saling bahu-membahu menjadikan pemukiman mereka bernilai artistik.

“Kami ingin perluas, tapi terkendala  infrastruktur yang tidak mendukung. Sebab, jika dipaksakan digambar hasilnya jelek,” kata Inisiator pembuat lukisan tiga dimensi, Muhammad Nur Alam, kepada Radar Depok, kemarin.

Meski begitu, kampung tiga dimensi ini sudah banyak yang mengetahui. Hampir tiap Sabtu dan Minggu jalanan kurang lebih 200 meter ini penuh orang dari barbagai wilayah, seperti dari Jakarta dan sekitarnya. “Mereka tahu ada kampung tiga dimensi ini dari media sosial maupun media massa,” terangnya.

Keberadaan kampung tiga dimensi yang sudah banyak diketahui, ia bersama anak muda belum bisa meneruskan gambar di jalan. Namun, memanfaatkan tembok warga dan berencana melukis di triplek. Itu kata dia akan dilakukan. “Saya coba lukis dua gambar diatas aspal yang belum diperbaiki, hasilnya kurang bagus,” kata dia.

Saat ini kekurangannya, perbaikan jalan, pembuatan gapura, penghijuan, dan penerangan. Demi mememuluskan kekurangan tersebut sudah membuat proposal diajukan ke dewan dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim). “Tapi belum ada kegiatan katanya, kami harap segera mungkin. Karena kami untuk merawat gambar mengunakan dana Katar dan urunan warga sekitar,” terangnya.

Alam mengatakan, membuat gambar tiga dimensi ini membutuhkan satu hari. Tapi tergantung cuaca, jika hujan terpaksa dihentikan. ”Anak Katar yang mengerjakannya,” kata dia.

Ia menambahkan, kampung tiga dimensi sudah terlanjur terkenal. Ia bersama pengurus Katar sepakat ingin kampung tiga dimensi ini menjadi objek wisata. Sehingga Depok memiliki destinasi wisata yang murah dan kreatif dari hasil karya anak muda kota ini.(irw)

You may also read!

banyak baliho calon walikota

Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Depok Mulai Hiasi Margonda

TERPAMPANG : Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota mulai menghiasi Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji,

Read More...
protokol kesehatan SDN Cipayung 4

Meski PJJ, SDN Cipayung 4 Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

BERSIH : Kepala SDN Cipayung 4, Juanda sedang mencuci tangan di lingungan sekolahnya, Kamis (27/08).

Read More...
kelurahan duren mekar swab test

ASN Kelurahan Duren Mekar di-Swab Test

DITES : Petugas Kesehatan Puskesmas Duren Seribu melaksanakan swab test terhadap ASN dan Non ASN

Read More...

Mobile Sliding Menu