Ini Cara Universitas Pancasila Tingkatkan Kompetensi Guru BK

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PELATIHAN: Sejumlah guru BK saat mengikuti Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling, SMA, SMK, SMF Wilayah Jabodetabek Cilegon dan Sukabumi di Aula Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta.

Membantu guru Bimbingan Konseling (BK) menghadapi, menangani dan memahami anak generasi Z, Universitas Pancasila mengadakan Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling, SMA, SMK, SMF Wilayah Jabodetabek Cilegon dan Sukabumi di Aula Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta, dengan maenghadirkan narasumber Pakar Psikologi Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo.

LAPORAN : Ricky Juliansyah

Perkembangan pengetahuan teknologi yang semakin pesat harus diantisipasi oleh para guru BK, dimana harus bisa menjelaskan pengaruh sosial media bagi para anak didiknya, karena sosial media yang beredar tidak tervalidasi, sehingga harus diberi pengertian kepada anak didiknya.

Belum lagi permasalahan remaja yang kerap dihadapkan dengan permasalahan penggunaan narkoba, radikalisme, terorisme, seks bebas, maka guru BK harus bisa memahami tentang permasalahan tersebut.

Karenannya, UP mengadakan Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling, SMA, SMK, SMF Wilayah Jabodetabek Cilegon dan Sukabumi di Aula Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta.

Kepala Humas Universitas Pancasila, Maharani Ardi Putri mengatakan, guru bimbingan konseling harus mengikuti perkembangan zaman agar bisa memahami karakteristik anak yang menjadi bimbingannya.

“Guru BK harus memahami generasi Z seperti apa, tentunya beda dengan zaman dahulu. Pendekatan yang dilakukan juga berbeda,” kata Putri.

Dalam acara yang mengambil tema Guru BK Sebagai Basis Pendidikan Karakter Bagi Generasi Milenial, Putri mengatakan pendekatan yang dilakukan pada zaman dahulu susah masuk pada anak zaman sekarang. Untuk itu guru BK harus tahu dan harus masuk dalam kehidupan mereka dengan memahami karakter anak sekarang.

“Peran guru BK sangat sentral sehingga guru bimbingan konseling mempunyai peran luar biasa untuk memajukan anak didiknya,” kata Putri yang juga Psikolog Universitas Pancasila.

Dikatakannya guru BK bisa mengarahkan minat, bakat dan kemampuan seseorang murid untuk melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi sesuai dengan keahliannya tersebut, sehingga nantinya tidak merasa salah mengambil jurusan ketika ia kuliah.

Untuk itu, katanya, guru bimbingan konseling harus membuka wawasan dengan menggali potensi diri, sehingga pengetahuannya semakin luas memahami hal-hal yang banyak menjadi masalah anak didiknya.
“Guru BK harus bisa menjadi konselor yang baik bagi muridnya,” papar Putri.

Sebanyak 280 guru bimbingan konseling dari Jabdetabek, Cilegon dan Sukabumi mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Universitas Pancasila. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan para guru tersebut melalui potensi yang ada dalam dirinya,” ucap Putri. (*)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu