IST DICOKOK : Kepolisian Jakarta Utara membekuk enam pemuda yang diduga anggota komplotan pengedar ganja di Depok pada Jumat (29/12/2017) sore. Polisi juga menemukan ganja sebanyak 20 kg yang dikemas dalam puluhan paket besar dan disimpan dalam sebuah tas ransel yang disembunyikan di sebidang lahan di Kampung Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoranmas, Depok.

 

IST
DICOKOK : Kepolisian Jakarta Utara membekuk enam pemuda yang diduga anggota komplotan pengedar ganja di Depok pada Jumat (29/12/2017) sore. Polisi juga menemukan ganja sebanyak 20 kg yang dikemas dalam puluhan paket besar dan disimpan dalam sebuah tas ransel yang disembunyikan di sebidang lahan di Kampung Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoranmas, Depok.

DEPOK- Menjelang pergantian Tahun Baru Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Utara menyita 48,8 kg daun ganja kering, 3 kg sabu dan 9 butir ekstasi dan uang Rp 50 juta di dua lokasi terpisah, di Depok dan Mangga Dua Jakarta Pusat. Narkoba tersebut merupakan jaringan Aceh dan Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Dari penangkapan,  petugas mengamankan delapan tersangka, mereka adalah pengedar dan kurir sabu LS, EA, PN, RK, SS serta pengedar ganja RA, SF, dan TH. Dalam aksinya jaringan narkoba ini mengirim lewat jalur darat via Pos Indonesia.

“Kami masih terus kembangkan kasus ini. Operasi ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi kondusif menjelang malam tahun baru,” kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Reza Arief Dewanto.

Reza mengatakan jaringan napi melakukan transaksi melalui telepon untuk mengedarkan sabu. Untuk ganja selalu menggunakan jasa ekspedisi barang. “(Ganja) langsung aja dibungkus pakai kardus dan ada pakaian di dalamnya. Modusnya pengiriman pakaian. Jasa ekspedisi ini juga bekerja sama dengan kita, mereka menginformasikan juga,” ujar Reza didampingi Kasat Narkoba AKBP Aldo Ferdian.

Pengungkapan kasus narkoba ini, pada Kamis (21/12/2017). Dari hasil penyelidikan petugas menciduk EA di Halte Stasiun Palmerah Tanah Abang, Jakarta Pusat membawa 10 plastik shabu seberat 230 gram dan HP. Kemudian dikembangkan diciduk LF (napi Lapas Tiga Raksa). Dan pengiriman narkoba tersebut atas perintah GR (napi Lapas Gunung Sindur Serpong Tangerang).

Petugas kembali meringkus PN dan RK pada Selasa (26/12/2017) di apertemen kawasan Jakarta Utara dan menyita 16,82 gram shabu, 9 butir ekstasi, 10 cangklong, timbangan dan HP. Dari pengakuan RK shabu itu didapat dari DD di kawasan Mangga Besar. Rabu (27/12/2017) petugas langsung bergerak cepat.

Saat kamar kos-kosan DD digerebek tersangka sudah melarikan diri dan petugas mengamankan SS dan 0,49 gram shabu. Selain itu juga disita 3 plastik shabu seberat 2,800 gramdisimpan dalam lemari pakaian milik DD. Penggrebekan ini disaksikan langsung Ketua RT 14/01 Mangga Besar.

Perburuan jaringan narkoba terus dilakukan unit 1 dan 2 Narkoba Polres Jakut, Rabu (28/13/2017). Petugas kemudian memancing bandar narkoba untuk transaksi dan di sepakati di Jakarta Utara. Namun pelaku merubahnya meminta di kawasan Depok. Saat berada di lokasi RA berhasil diamankan dengan barang bukti 2 bungkus lakban ganja seberat 2 kg.

Dari pengakuan RA ternyata masih ada ganja dititipkan di rumah SR dan TH di wilayah Pancoranmas Depok. Dari rumah SR disita 1.100 gram ganja, sedangkan di rumah TH didapat 700 gram ganja. Petugas kembali mendapat keterangan dari RA bahwa ada 1 resi pengiriman ganja lewat PT Pos Indonesia Depok.

Dari koordinasi PT Pos Indonesia bahwa masih ada barang pengiriman di di gudang Pos Logistik Tambun. Petugas kembali bergerak dengan melibatkan anjing pelacak. Dan Sabtu (30/12/2017) dari hasil pengecekan petugas akhirnya menemukan 40 kg ganja di Pos Logistik Tambun Selatan disimpan dalam kardus rokok.

Pantauan Radar Depok, Jumat sore (29/12/2017) aparat Kepolisian Jakarta Utara berhasil membekuk enam pemuda yang diduga merupakan anggota komplotan atau sindikat pengedar ganja di Depok.

Polisi juga berhasil menemukan ganja sebanyak 20 kg yanng dikemas dalam puluhan paket besar dan disimpan dalam sebuah tas ransel yang disembunyikan di sebidang lahan di Kampung Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoranmas.

Kapolsek Pancoran Mas, Komisaris Roni Wowor saat dikonfirmasi Jumat (29/12/2017) malam membenarkan ihwal penangkapan tersebut.

Dia menjelaskan, penangkapan dilakukan oleh pesonel Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Utara. “Ini merupakan hasil pengembangan dari Polres Jakarta Utara. Jadi kami belum menerima laporan lengkapnya, sehingga pihaknya belum dapat memastikan berapa anggota kawanan sindikat pengedar yang diamankan petugas dari lokasi kejadian,” katanya.

Kelengkapan informasi terkait kasus ini, kata Roni, masih akan terus dikembangkan lagi oleh penyidik dari Polres Jakarta Utara.(irw)