DEPOK-Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mochtar direncanakan akan di PTUN warga Cibubur. Alasannya, sampai saat ini orang nomor satu di Dinas Perizinan tersebut tidak menggubris surat Somasi terkait pembangunan Trans Park Cibubur, di Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis.

Ketua Forum Peduli Lingkungan Masyarakat Cibubur (FPLMC), Srijanto mengatakan, warga sudah mulai resah dengan keberadaan Trans Park. Apalagi surat somasi Nomor: 12/SOM/XII/2017/TS&A, yang dilayangkan pada 18 Desember 2017 lalu belum juga di respon.

Dalam Somasi pihaknya menuntut penjelasan terkait Izin pembanguan proyek Trans Park Cibubur. Padaha,l kegiatan pembanguan itu sudah dimulai sejak Mei 2017 lalu.

“Surat Somasi sudah masuk dua minggu lebih, Janjinya Rabu lalu, tapi sampai hari ini ketika kami menemui Yulistiani dan Tito selaku Kabid Perizinan mereka tidak berani menunjukkan izin Trans Park,” ujar Srijanto di Gedung Baleka II Depok, Jalan Raya Margonda, kemarin.

Lebih lanjut Srijanto mengatakan, pihaknya akan mem-PTUN kan Kepala Dinas DPMPTST Kota Depok, Yulistiani Mochtar apabila dalam waktu dekat ini mereka tidak merespon Somasi tersebut. “Kalau mereka tidak juga mau merespon somasi kami. Maka kami tidak ada pilihan lain selain mem-PTUN kan mereka (DPMPTSP),” tegas Srijanto.

Dibagian lain, Srijanto juga menyoroti Pemindahan gedung kantor pemasaran Trans Park Cibubur hingga ke trotoar Jalan Alternatif Cibubur. Menurutnya, gedung kantor pemasaran yang baru telah melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ).

“Meskipun pemindahan kantor pemasaran itu sifatnya sementara, tetap harus ada izin. Nah tadi kami tanya juga, itu ada izin nya atau ngga? Mereka ngga berani jawab!,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Radar Depok, Kepala DPMPTSP Kota Depok, Yulistiani Mochtar belum meresponsnya.(ade)