DICKY/RADARDEPOK KOORDINASI: Lurah Curug, Juanda (empat kiri) bersama dengan pengurus LPM dan lingkungan saat melakukan koordinasi tentang pendatang baru, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
KOORDINASI: Lurah Curug, Juanda (empat kiri) bersama dengan pengurus LPM dan lingkungan saat melakukan koordinasi tentang pendatang baru, kemarin.

DEPOK – Kota Depok sebagai penyangga ibu kota Jakarta menjadi salah satu destinasi pendatang baru untuk bermukim. Khususnya di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari. Oleh karena itu, pendatang baru di kawasan tersebut diminta untuk melaporkan diri kepada pengurus lingkungan.

Lurah Curug, Juanda mengatakan, usai libur panjang dan awal tahun 2018, tidak dapat dipungkiri Kota Depok, khususnya di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, akan kedatangan warga baru yang ingin merubah nasibnya dan menetap di Kelurahan Curug.

“Untuk mengantisipasi pendatang baru, kami telah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan,” ujar Juanda kepada Radar Depok, kemarin.

Juanda mengungkapkan, Kelurahan Curug secara tidak langsung terintegrasi dengan wilayah Tangerang Selatan, Bogor, dan Jakarta. Dapat dipastikan akan ada pendatang baru yang tinggal di wilayah Kelurahan Curug. Untuk itu, dia meminta pendatang baru melaporkan diri kepada pengurus lingkungan, minimal RT ataupun RW.

Selain memberikan laporan, lanjut Juanda pengurus lingkungan untuk sesering mungkin menyambangi masyarakat dan melakukan pendataan terhadap masyarakat yang mengontrak dilingkungannya. Hal itu dilakukan, agar pengurus lingkungan dapat mengetahui tentang keadaan masyarakat yang tinggal dilingkungannya.

“Umumnya masyarakat pendatang akan tinggal dirumah kontrakan,” terang Juanda.

Juanda menuturkan, dengan melakukan pendataan kepada pendatang baru, secara tidak langsung dapat menjaga kondusifitas dan pencegahan hal yang tidak diinginkan di wilayah Kelurahan Curug. Selain itu, apabila ditemukan indikasi yang tidak baik, pengurus lingkungan maupun masyarakat dapat memberikan laporan kepada Binmas dan Babinsa Kelurahan Curug.

“Menjaga kondusifitas lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” tutup Juanda. (dic)