Kemenag Audit Abu Tours dan SBL

In Metropolis

DEPOK-Saat ini Abu Tours dan PT Solusi Balad Lumpah (SBL) sedang kentar-ketir. Keladinya,  Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan audit terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Hal tersebut menyusul kembali terulangnya masalah umrah setelah ribuan jemaah PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) dan SBL menunda puluhan ribu jamaah.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, M Arfi Hatim menegaskan, langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pengawasan dan deteksi dini, terhadap kemungkinan munculnya masalah baru.

“Proses audit akan dilakukan bekerjasama dengan akuntan publik independen. Harapannya, hasil audit menjadi bahan Kemenag untuk melakukan langkah pengawasan lanjutan,” tutur Arfi dalam keterangan yang diterima Harian Radar Depok, kemarin. Dia mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak Abu Tours maupun SBL melalui Kanwil Kemenag Provinsi sesuai domisili kantor pusat. Abu Tours di Warung Buncit Raya No143, Jakarta Selatan, dan SBL di Jalan Asia Afrika, Kb Pisang, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Ini untuk memastikan jamaah yang telah mendaftar akan memperoleh haknya untuk berangkat ke Tanah Suci. “Insya Allah, dalam waktu dekat kita tugaskan auditor untuk memeriksa,” tegasnya.

Selaku regulator penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, Arfi mengaku Kemenag sudah melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait persoalan ini sejak awal. Menurut Arfi, setelah terjadinya kasus Frist Travel, Kemenag membuat pemetaan/mitigasi dan memantau PPIU yang berpotensi mengalami masalah serupa.

Ada beberapa indikator pemetaan, antara lain: jumlah jemaahnya massif, harga yang tidak rasional, dan sistem pemasaran yang berpotensi merugikan masyarakat karena tidak sesuai ketentuan. Pemetaan dilakukan sekaligus dalam rangka penyempurnaan regulasi yang sekarang sudah tahap final.

Menurut Arfi, Kemenag juga sudah menjadi bagian Satgas Waspada Investasi, dan menjalin koordinasi yang intens dengan OJK dalam hal penghimpunan dan investasi dana masyarakat di PPIU.

“Pada Agustus tahun lalu, kemenag dan Satgas Waspada Investasi meminta Abu Tours untuk menghentikan penjualan umrah murah dan menjual dengan harga rasional untuk pendaftaran umrah selanjutnya,” tegasnya.

Penghentian penjualan umrah murah ini, kata Arfi, dalam rangka melindungi jamaah umrah dari risiko kehilangan dana yang telah dibayarkan dan kegagalan berangkat.

“Pada saat kami minta hentikan, jamaah yang telah mendaftar untuk keberangkatan sampai dengan 2018 tercatat 27.093 orang. Abu Tours menjamin semuanya akan diberangkatkan sesuai jadwal yang dipilih oleh jemaah,” katanya.

Demikian pula dengan SBL, telah kita panggil bersama Satgas Waspada WI Pusat untuk menghentikan paket-paket penjualan yang berpotensi merugikan jmaah. SBL telah menghentikan program Sahabat SBL sejak 1 November 2017,” lanjutnya.

Kemenag terus mengevaluasi dan memantau pelaksanaan komitmen tersebut di lapangan. Pada saat yang sama, Kemenag juga melakukan finalisasi perbaikan regulasi umrah. Regulasi ini sekarang sedang tahap harmonisasi sebelum ditetapkan dan selanjutnya disosialisasikan.

“Kami yakin, regulasi yang akan disahkan nanti akan dapat menghindarkan jemaah dari hal-hal yang merugikan mereka dalam rangka perlindungan kepada jemaah umrah,” tegasnya.

Ada beberapa hal yang akan diatur, seperti harga referensi, pembatasan masa pendaftaran, pengawasan yang lebih ketat dan penetapan sanksi yang lebih tegas, dan lain-lain.

Selain itu, Kemenag juga menyempurnakan sistem pengawasan secara elektronik yang telah ada agar meminimalisir setiap risiko yang mengancam jamaah. Kemenag juga tengah melakukan pengembangan sistem aplikasi SiPatuh.

Terpisah, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Asnawi mengaku, hingga kini belum ada yang lapor terkait Abu Tours dan SBL. Namun, pihaknya masih tetap menuggu jika ada yang mau lapor. “Masih belum ada yang lapor,” singkatnya.

Perlu diketahui, khusus di Depok perusahaan Abu Tours membuka dua cabang, di Jalan Raya Bogor KM 31 No19, Kelurahan Cisalak, Cimanggis dan Jalan Cinere Raya No102E, Kelurahan/Kecamatan Cinere. Sedangkan kantor SBL di Jalan Raya Tole Iskandar Blok Setia II, Kecamatan Sukmajaya.(hmi/ade)

You may also read!

Dadang wihana tentang korona

Satgas Covid-19 : Tidak Ada Jam Malam di Depok

Wakil Ketua I/Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok, Dadang Wihana.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemberlakukan jam

Read More...
Peternakan ayam di depok murah

Harga Ayam Turun, Peternak Mulai ‘Menjerit’

USAHA : Seorang pekerja sedang mengambil telur hasil produksi Peternakan Ayam di kawasan Kecamatan Cilodong.

Read More...
acara muharram di pengasinan dibubarkan

Acara Muharram Pengasinan Ada Sanksi Atau Tidak, Menunggu Investigasi

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...

Mobile Sliding Menu