Kompak Tolak Impor Beras

In Utama
NUR APRIDA SANI/RADAR DEPOK
DISKUSI PUBLIK: Sejumlah pakar menggelar diskusi publik Impor Pangan: Antara Klaim Swasembada Pangan, Gagal Panen atau Permainan Mafia, berlangsung kemarin (18/1).

DEPOK – Kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 500.000 ton menuai kontroversi. Pasalnya, impor dilakukan di tengah kabar surplus beras di dalam negeri. Banyak yang mengatakan bahwa kelangkaan beras medium di pasaran lantaran adanya permainan mafia pangan yang mencampuri mata rantai perdagangan beras.

Hal tersebut, dibahas dalam sebuah diskusi dengan tema Impor Pangan: Antara Klaim Swasembada Pangan, Gagal Panen atau Permainan Mafia. Diskusi berlangsung di kawasan Universitas Indonesia.

Menyikapi hal ini, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Zaadit Taqwa secara tegas menolak impor beras karena berdekatan dengan panen raya.

“Kami juga mendesak Menko Perekonomian untuk validasi dan perkuat pendataan produksi beras serta tingkatan pemanfaatan teknologi,” Ungkap Zaadit.

Senada, Ketua Bidang Otonom Himpunan Alumni IPB, Ali Fatoni menyebutkan, langkah pemerintah untuk mengimpor 500.000 ton beras tidak tepat, karena akhir Januari terjadi panen raya.

“Saya menolak dengan adanya impor ini, harusnya dari September atau Oktober lalu. Kalau di Januari, ini adalah bulan panen, sebaiknya direlokasi saja stok beras yang surplus di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi kesini,” kata Ali kepada Radar Depok.

Sementara itu Ekonom UI, Berly Martawardaya mengatakan, beras adalah komoditi strategis di mana rakyat di sekitar garis kemiskinan menghabiskan sepertiga pendapatannya. Beras juga menjadi salah satu komoditas yang paling tinggi peranannya terhadap inflasi nasional.

Klaim surplus beras lanjut Berly, sulit dipercaya dengan tingginya harga beras bukan hanya di kota besar di Jawa, tapi juga di berbagai pelosok Indonesia. Bahkan harga beras di Kalimantan menyentuh Rp14 ribu.

“Kami sarankan perbaikan pendataan produksi sehingga respon kebijakan bisa lebih akurat. Tapi jangka menengah diperlukan penurunan konsumsi beras, khususnya daerah bukan produsen dan kembali ke makanan pokok masyarakat lokal,” tegasnya.

Hal berbeda disampaikan Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifli Rasyid. Ia menilai, impor beras terjadi bukan karena indikasi permainan harga oleh mafia, namun stok beras yang langka di pasaran.

“Bagaimana orang mau bermain harga dengan posisi sekarang. Stok berasnya itu yang tidak ada. Kalau ada stok, orang malah berpacu untuk mengeluarkan, karena ini impor mau masuk dan panen juga akan datang, harga harusnya turun,” kata dia.

Zulkifli mengatakan, beras medium di pasaran sudah langka sejak pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada September 2017 lalu. Ia setuju dengan langkah yang diambil oleh pemerintah.

“Saya sudah sampaikan kekhawatiran ini kepada Pak Menteri Pertanian sejak Nopember 2017 lalu, kalau kita harus impor beras. Semenjak HET ditetapkan, beras medium sudah langka, bahkan sampai detik ini stoknya masih kosong,” kata Zulkifli kepada Radar Depok, kemarin (18/1).

Zulkifli menilai, pemerintah sebaiknya tidak perlu menetapkan HET antara beras medium dan beras premium lantaran harga kedua jenis beras tersebut justru melebihi batas HET. Saat ini beras medium di pasar berkisar Rp11.000 per kiogram jauh dari batas HET Rp9.450 per kilogram, dan harga beras premium di pasaran Rp13.000 per kilogram dari HET Rp12.800,00 per kilogram.

“Sudah 40 tahun saya di Pasar Induk Cipinang, tapi baru kali ini saya menemukan harga beras yang tertinggi, mencapai Rp13.000 sampai Rp14.000 hari ini,” jelasnya.

Zulkifli berharap, sebaiknya HET dihapuskan, dan harga beras harusnya diatur pada level tertinggi semua jenis beras, sekitar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogramnya. “Tidak usah dibedakan harganya, samakan saja, penetapan HET itu tidak efektif,” tuturnya. (cr3)

You may also read!

Simulasi pilkada polda metro jaya

Ratusan Personel Kepolisian Disiagakan untuk Pilkada Depok

PANTAU : Karoops Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto, usai memantau kegiatan simulasi Pilkada di Alun-alun

Read More...
menara air sukmajaya diruntuhkan

Ini Alasan PDAM Tirta Asata Rubuhkan Menara Air Sukmajaya

IKON : Menara air PDAM Tirta Asasta di Jalan Kejayaan, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya akan

Read More...
perjalanan KRL ditambah

Ini Syarat Karyawan Saat Pembatasan Aktifitas Masyarakat di Malam Hari

PADAT : Suasana perjalanan kereta di Stasiun Citayam, Kota Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK

Read More...

Mobile Sliding Menu