RICKY/RADAR DEPOK KOMPAK : Anggota komunitas yang tergabung dalam Sekber Sahabat Ciliwung saat melakukan pengarungan di Kota Depok.
RICKY/RADAR DEPOK
KOMPAK : Anggota komunitas yang tergabung dalam Sekber Sahabat Ciliwung saat melakukan pengarungan di Kota Depok.

Aktivis harus terus aktif dalam berkegiatan. Begitu juga aktivis lingkungan di Sungai Ciliwung Kota Depok. Meski baru beberapa hari meninggalkan tahun 2017, tapi komunitas yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Sahabat Ciliwung langsung tancap gas dengan segudang kegiatan di Januari 2018. Apa saja kegiatannya?

LAPORAN : Ricky Juliansyah

 

Hembusan angin yang cukup kencang membuat batang bambu bergoyang dan gesekan antar daun membuat suara khas siang itu. Sementara, daun yang mulai kering terjun bebas setelah putus dari batangnya.

Suara riak air Sungai Ciliwung yang saat itu bisa dibilang dalam kondisi normal berbunyi sepanjang waktu, membuat musik terapi bagi siapa saja yang berada ditepiannya. Daun yang jatuh tadi memang sudah cukup banyak menutupi paving block yang sudah membuat datar di bantaran Sungai Ciliwung, tepatnya di Pos Pantau Ratujaya di RW06 Kelurahan Ratujaya, Cipayung.

Beberapa orang pun tengah sibuk menggerakan sapu lidi guna menjadikan paving block tersebut terbebas dari dedaunan yang berserakan. Sisanya, mencabuti tumbuhan liar yang tidak diinginkan tumbuh di sekitar Pos Pantau tersebut.

“Diawal tahun ini kami memang sudah bergerak. Alhamdulillah di 2017, banyak kegiatan dan teman-teman yang tergabung dalam Sahabat Ciliwung kompak serta bahu membahu melaksanakan kegiatan demi kegiatan,” kata Koordinator Sekber Sahabat Ciliwung, Hidayat.

Tidak ingin kehilangan ritme dan menjadikan semangat rekan-rekan komunitas yang tergabung di dalamnya tetap membara, meski di awal tahun Sekber Sahabat Ciliwung sudah memulai aktivitasnya dengan berkegiatan di sungai purba yang membelah kota sejuta belimbing menjadi dua bagian tersebut.

Sambil menggenggam sapu lidi yang dimodifikasi dengan gagang bambu, bapak dua orang anak ini menguraikan, agenda Sahabat Ciliwung sudah mulai start pada 6 Januari, dimana mereka akan patroli Ciliwung dan silaturahmi dengan sahabat komunitas Ngumpal Tanjung Barat bersama Kopassus.

“Ini kerjasama komunitas di Depok, Srengseng sawah,  Ngumpal dan Kopassus,” kata dia.

Kemudian, sambung pria yang akrab disapa Dayat ini, Sahabat Ciliwung juga mengagendakan kegiatan santunan yatim dan arung Kali Pesanggrahan untuk memperingati Aniversary Komunitas Peduli Pesanggrahan Depok pada 13 Januari.

“sebenarnya didirikan 7 Januari, karena harus mempersiapkan segala sesuatunya jadi dirayakan pada 13 Januari. Kalau ketuanya masih Nurdin. Agenda yang akan dilakukan di pesanggrahan juga banyak,” ujar Dayat.

Sehari setelah kegiatan di KP2D, sambung Dayat yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Ratujaya ini mengatakan, pihaknya akan mengajak seluruh Ketua LPM di Depok dan dinas terkait untuk Arung Ciliwung. Hal ini, kata dia selain untuk menguatkan tali silaturahmi dengan seluruh ketua LPM di Depok, juga untuk menyamakan persepsi serta meminta masukan mengenai keberadaan Sungai Ciliwung kedepan dan upaya pelestariannya.

“Di sela waktu persiapan kita akan membersihkan dan mengaktifkan kembali Pos Pantau Ciliwung. Terima kasih atas perhatian dan kesediaan Sahabat Ciliwung untuk tetap berkomitmen bergerak bersama Yayasan Sahabat Ciliwung selama 2017, semoga di 2018 akan lebih aktif dan bermanfaat lagi untuk Ciliwung dan sungai-sungai yang ada di Kota Depok,” ucap Dayat. (*)