SANI/RADAR DEPOK FOKUS: Suasana KBM di salah satu ruang siswa perempuan kelas IX SMP Muhammadiyah 4 Depok, Selasa (9/1).

SANI/RADAR DEPOK
FOKUS: Suasana KBM di salah satu ruang siswa perempuan kelas IX SMP Muhammadiyah 4 Depok, Selasa (9/1).

DEPOK –  SMP Muhammadiyah 4 Depok mulai menerapkan pemisahan ruang belajar antara siswa laki-laki dan perempuan tahun ajaran 2017/2018.

Apa yang dilakukan sekolah di Jalan Masjid Al-Hukama, Kelurahan Rangakapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, sebagai tindaklanjut penerapan syariat Islam.

“Awalnya karena siswa-siswi bercandanya agak terlalu dekat, jadi kita mencoba memisahkan ruangannya. Dari situ juga dapat terlihat potensi siswa apakah dapat berkembang atau tidak,” kata Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 4 Depok, Ali Wartadinata kepada Radar Depok.

Ali menjelaskan, pemisahan kelas ternyata membawa hal positif lain, seperti tingkat keseriusan siswa dalam belajar semakin fokus dan meningkatnya nilai mata pelajaran.

Selain program pemisahan kelas, adapula kegiatan Islami lain yang dapat menunjang nilai keagamaan siswa.

“Setiap pagi ada bimbingan tilawah oleh guru di jam mata pelajaran pertama minimal 20 menit. Lalu setiap tiga bulan sekali siswa wajib setor hafalan surah dan kegiatan salat tahajud bersama di sekolah,” sambung Ali. (cr3)