INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK MENGHIMBAU: Ketua MUI Depok, Ahmad Dimyati Badruzzaman.
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
MENGHIMBAU: Ketua MUI Depok, Ahmad Dimyati Badruzzaman.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok memberikan perhatian yang cukup besar terhadap kualitas akhlak dan keilmuan para pemuda di Kota Depok. Selain membina pemuda dalam pengajian rutin, agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang dan kenakalan remaja, seperti halnya menjadi anggota geng motor, MUI juga bersinergi dengan Pemkot Depok melakukan pengkaderan pemuda dalam wadah Pendidikan Kader Ulama (PKU).

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

 

Di sebuah gedung megah di pinggiran Jalan Nusantara Raya, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Seorang pria sedang memberikan tanggapanya mengenai keberadaan geng motor yang sedang marak pemberitaanya di media masa belakangan ini. Pria itu adalah Ketua MUI Kota Depok, Ahmad Dimyati Badruzzaman.

Ahmad Dimyati Badruzzaman mengatakan, MUI Kota Depok punya kegiatan yang dapat menjauhkan pemuda dari geng motor atau hal-hal negatif lainnya, yaitu dengan kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU).

“Kaderisasi ini bersifat tahunan, dalam tiga tahun terakhir ini sudah ada ratusan pemuda yang mewakili tiap kecamatan dan pondok pesantren di Kota Depok,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, para peserta PKU akan menjalani pendidikan selama dua bulan di Gedung MUI Kota Depok. Mereka dibekali materi keIslaman, seperti Ulumul Tafsir, Ulumul Quran, Hadis, Fikih, termasuk materi tantangan dakwah di jaman ini. Pematerinya sendiri, merupakan para kyai dan civitas akademika yang mumpuni di bidangnya.

“Peserta yang telah lulus, diharapkan dapat menyebarkan ilmunya secara aktif dan seluas-luasnya,” katanya.

Selain itu, MUI Kota Depok juga menggelar pengajian terbuka. Di sini pihaknya senantiasa mengajak organisasi kepemudaan untuk menghadiri kajian setiap Senin setelah Salat Zuhur yang diisi langsung oleh Ketua MUI Kota Depok. Di dalam kajian tersebut, dibahas tentang Tafsir, Hadis, Tasawuf, dan Akidah Akhlak. Selain itu, per dua bulanan diadakan juga pengajian ulama umara yang mengangkat persoalan keumatan terkini.

Diakuinya, pembinaan tersebut di luar kegiatan-kegiatan yang bersifat Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Seperti saat Ramadan, Idul Fitri, atau Idul Adha.

“Bukan hanya orang tua, tapi anak-anak muda juga kita undang, sehingga nilai-nilai keislaman dapat tertanam dalam keseharian mereka. Kegiatan ini juga dalam rangka mendukung salah satu visi Kota Depok, yaitu menjadi Depok yang religius,” tutupnya. (*)