RICKY/RADAR DEPOK SEMI MILITER: Peserta saat mengikuti Diklatsar Banser yang diselenggarakan di Pesantren Al Awwabin Kelurahan Bedahan, Sawangan.  
RICKY/RADAR DEPOK SEMI MILITER: Peserta saat mengikuti Diklatsar Banser yang diselenggarakan di Pesantren Al Awwabin Kelurahan Bedahan, Sawangan.   

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Pondok Pesantren Al Awwabin Kelurahan Bedahan, Sawangan, Diklat yang dilaksanakan selama tiga hari ini diikuti sebanyak 70 peserta.

LAPORAN : Ricky Juliansyah

 

Dengan sikap sempurna, puluhan pemuda mendengarkan instruksi dari instruktur yang ada di depan mereka. Sesekali, instruktur mengeluarkan perintah untuk berjalan, berjongkok atau  berlari. Bahkan, ada momen dimana peserta diminta untuk berjalan di atas api yang menyala.

Layaknya latihan militer, puluhan pemuda yang tergabung dalam GP Ansor Kota Depok, sebuah  organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). mereka digenjot fisiknya saat Diklatsar Banser.

Kebetulan, Ketua GP Ansor Kota Depok Ust. Abdul Kodir terjun langsung meninjau pelatihan bagi puluhan calon Barisan Ansor Serbaguna Kota Depok ini.

“Banser merupakan badan otonom NU dari GP Ansor. Bertugas dalam pengamanan, menjalankan misi kemanusiaan di berbagai daerah di Indonesia,” tutur Kodir mendampingi wartawan.

Salah satu tujuan kegiatan Diklatsar memperteguh dan memperkuat ideologi Aswaja bagi peserta. Diklatsar ini dilatarbelakangi oleh GP Ansor Depok dalam menyerap aspirasi pemuda Depok yang ingin masuk menjadi Banser. Sebagai jawaban banyaknya orang ingin masuk Banser.

“Semakin di bully semakin ramai dan tidak menyurutkan orang untuk masuk dan mendaftar,” kata Kodir.

Dilatsar Banser kali ini mengusung tema “Jaga Tradisi dan NKRI”, dimana tema tersebut sesuai dengan salah satu tugasnya, yaitu mengawal Ulama (NU) dan NKRI. Tidak heran,  dalam beberapa kesempatan Banser hadir dalam mengawal keberagaman dan kebhinekaan.

Ia mencontohkan, mengamankan gereja bagi saudara krisriani yang menjalankan ibadah. Meski dalam beberapa hal, pihaknya banyak menerima kritikan dan caci makian dari kelompok yang tidak bertanggungjawab.

“Kita berada di garda terdepan dalam mengawal Ulama terutama Kyai NU dan kemaslahatan serta keutuhan NKRI. Dalam keberagaman menjadi kekuatan bangsa. Sama halnya dengan Depok yang juga menjadi miniatur Indonesia dalam keberagaman,”paparnya.

Bagi peserta Diklatsar tidak hanya mendapatkan pelatihan fisik seperti militer, Diklat yang diselenggarkan selama tiga hari ini juga menghadirkan kyai dan pengurus pusat GP Ansor untuk memberikan materi seputar ke-Banser-an, Ansor, Aswaja, Ke-NU-an, Kebangsaan dan lainnya.

Dalam Diklatsar Banser kali ini sebagai Narsum dari GP Ansor Pusat, PC NU Depok KH. Raden Salamun Adiningrat, Ust. Alex, KH. Syihabudin Ahmad dan lainnya.

“Karena antusias makin tinggi, maka akan dibuka Diklatsar Banser pada Maret 2018. Kita berharap nantinya lahir kader dan Banser yang handal. Sehingga, bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” harap Kodir. (*)