Dok. SDIT An-Najah MULAI TERBIASA: Siswa–Siswi SDIT AN-Najah membaca Al-Quran bersama di ruang kelas.
Dok. SDIT An-Najah
MULAI TERBIASA: Siswa–Siswi SDIT AN-Najah membaca Al-Quran bersama di ruang kelas.

DEPOK – Guna memperoleh suasana belajar yang kondusif dan nyaman, diperlukan sarana dan prasarana belajar yang memadai.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) adalah sekolah swasta yang didirikan oleh instansi pemerintah tampak lebih maju dan lebih unggul. Termasuk SDIT An-Najah.

SDIT yang beralamat di Jalan Pitara Raya, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, memiliki program unggulan berupa menghafal Al-Quran dengan metode An-Najah.

Metode tersebut dilaksanakan sejak tiga tahun lalu. Seluruh siswa diwajibkan membaca Al-Quran setiap hari dan dapat menghafal satu hari satu surat (One Day One Surah).

“Bagi siswa yang iqronya belum hafal, kita arahkan untuk menghafal surat-surat pendek, lalu diterapkan dengan pembinaan salat. Karena dalam salat harus hafal dua surah di luar Al-Fatihah,” kata Kepala SDIT AN-Najah, Komarudin kepada Radar Depok.

Setiap hari para siswa melaksanakan salat duha dan Salat Zuhur bersama, walaupun masih harus dibagi menjadi dua kloter.

Ternyata program One Day One Surah berhasil memberikan hal yang positif kepada siswa.

“Terutama kelas II dan III, banyak perubahan yang dialami baik di sekolah maupun di rumah. Seperti terbiasa melaksanakan salat wajib lima waktu,” sambungnya.

Selain kegiatan One Day One Surah, SDIT An-Najah mempunyai kegiatan ekskul lain seperti tahfidz, pramuka, marawis, karate, dan futsal.

Untuk lebih mengenal karakter siswa dan wali murid, SDIT AN-Najah setiap akhir bulan di minggu terakhir mengadakan pengajian bulanan dengan mendatangkan ustaz untuk siraman rohani.

“Di situ kesempatan sekolah untuk melaporkan perkembangan siswa di sekolah bagaimana, dan orangtua juga dapat mengabarkan perkembangan anaknya di rumah seperti apa,” kata Komarudin. (cr3)