IST MAKSIMAL: Atlet panahan Kota Depok saat mengikuti BK Porda 2018 di Stadion Wiradadaha, Kabupaten Tasikmalaya.
IST
MAKSIMAL: Atlet panahan Kota Depok saat mengikuti BK Porda 2018 di Stadion Wiradadaha, Kabupaten Tasikmalaya.

DEPOK – Babak Kualifikasi (BK) Porda 2018 cabang olahraga (cabor) panahan Kota Depok mengirimkan 17 atlet untuk tiga divisi/ronde, yakni Recurve, Compound, dan Nasional (Standar Bow). Hasil yang dicapai dari ajang tersebut, yakni 16 atlet lolos untuk berlaga di Porda 2018 yang akan diadakan di Kabupaten Bogor.

Tidak lolosnya satu atlet tersebut dikarenakan, pada divisi/ronde beregu nasional, hanya tiga atlet saja yang bertanding di Stadion Wiradadaha, Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga, satu atlet tidak ikut serta bertanding.

Pelatih Panahan Kota Depok, Yasmidar Hamid mengatakan, dari 16 atlet tersebut, ada beberapa yang menjadi atlet andalan, yakni untuk Compound Putra, atletnya bernama Magreza Wahyu Izzata, Muhammada Danu Gundewa, dan Lutfi Ibtisam, Regu Recurve Putri atletnya bernama Marsella Ayudya Maharani, Indana Atqiya Kamila, dan Amadis Triazora Alzena.

“Dengan para atlet andalan tersebut, tentunya diharapkan bisa memberikan kemapuan yang terbaik,” ucapnya.

Ami-sapaannya-menjelaskan, setelah lolos dari BK, maka selanjutnya adalah pengembangan teknik dan memaksimalkan lagi kondisi fisik serta mental atlet. Karena, kondisi atlet berbeda saat bertanding di BK dengan di waktu latihan. Hal itu, dikarenakan ada beberapa atlet yang sibuk, seperti ujian sekolah atau kuliahnya.

“Jadi memang harus diasah lagi, agar lebih maksimal menuju Porda di 2018. Untuk dua bulan yang akan datang difokuskan para atlet untuk latihan dengan melakukan fisik teknik,” katanya.

Target di Porda 2018, diharapkan atlet Kota Depok bisa meraih medali perak. Semua harapan tersebut, tentunya tidak lepas dari kemampuan atletnya. Selama pelatihan, dan dipantau perkembangannnya ada beberapa atlet yang masih kurang kuat mentalnya, jadi berpengaruh pada kepercayaan diri mereka saat bertanding.

“Tidak hanya dukungan dari pengcab saja, tetapi juga perlu adanya dukungan dari orang tua untuk mencapai hasil yang maksimal. Intinya adalah sekarang menjaga kondisi altet agar prima,” tuturnya. (mg1)