AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK             PENYERAHAN BARANG SITAAN : Petugas sedang memeriksa kendaraan mobil sitaan saat pelimpahan tahap dua perkara kasus First Travel di Kejaksaan Negeri Kota Depok.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PENYERAHAN BARANG SITAAN : Petugas sedang memeriksa kendaraan mobil sitaan saat pelimpahan tahap dua perkara kasus First Travel di Kejaksaan Negeri Kota Depok.

DEPOK–Kejaksaan Negeri Kota Depok memastikan dalam waktu dekat, segera melimpahkan berkas kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang berkedok penyelenggaraan travel haji dan umroh First Travel, ke Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari mengatakan, pelimpahan tersebut akan ia kebut, mengingat batas waktu yang diberikan kepadanya untuk memproses kasus tersebut tinggal sedikit lagi.

“Tinggal sedikit lagi, Insya Allah bulan ini bisa dilimpah dan segera disidangkan,” terang Sufari saat ditemui Radar Depok diruangannya, Kamis (4/1).

Sufari mengatakan, tidak ada kendala dalam proses pengerjaan dakwaan terhadap tersangka kasus tersebut, hanya saja barang bukti dalam kasus tersebut sangatlah banyak sehingga membutuhkan ketelitian dalam pengerjaannya.

“Dua hari lalu kami panggil ketiga tersangka didampingi kuasa hukum untuk menyaksikan pemeriksaan barang bukti, ini salah satu tahap yang kita lakukan untuk penelitian barang bukti,” lanjutnya.

Terkait saksi yang akan dihadirkan, Sufari enggan membocorkannya, namun dirinya memastikan kasus tersebut akan melibatkan saksi yang banyak. “Yang mempunyai kewajiban mendatangkan saksi adalah jpu, terkait saksi liat saja nanti yang pasti banyak lah,” kata Sufari.

Terakhir, Sufari memastikan kalau kasus ini akan disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok. “Insya Allah, disini (PN Depok),” pungkas Sufari.

Diketahui hingga saat ini tiga orang tersangka First Travel : Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki yang ditetapkan kepolisian, belum juga disidangkan.

Padahal, sudah dinyatakan lengkap atau P21 pada 7 Desember 2017. Jika dihitung-hitung, sudah lebih dari 20 hari berkas perkara kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang berkedok penyelenggaraan travel haji dan umroh ini, molor.

Menurut Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum, Heri Jerman mengatakan, sesuai dengan pasal 25 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), jaksa memiliki waktu 25 hari dan bisa diperpanjang hingga 30 hari untuk melakukan pelimpahan ke Pengadilan, sehingga dalam jangka waktu tersebut pihaknya akan menyiapkan berkasnya.

Sehingga secara waktu, Kejaksaan Negeri Kota Depok hanya memiliki waktu 3 hari lagi untuk melimpahkan berkas tersebut untuk segera disidangkan, karena penyerahan tahap dua telah dilakukan pada tanggal 7 Desember 2017. (ade)