DEPOK– Guna memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Pemkot Depok akan membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus pangan.

“Adanya BUMD Pangan ini bisa memutus rangai diatribusi pangan sehingga menjadi lebih ringkas dan efektif,” kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Dwi Rahma, kepada Radar Depok,kemarin.

Rantai distribusi pangan untuk masuk ke Kota Depok kata dia,  cukup panjang. Dari daerah-daerah produsen seperti Sukabumi, Cirebon, Cianjur kebanyakan ke Pasar Induk Cipinang Jakarta dulu, baru ke Depok.

Ia menjelaskan, keberadaan BUMD ini bahan pangan nantinya bisa langsung diambil dari produsen. Tentunya  dengan harga yang jauh lebih murah.

Di sisi lain, keberadaan BUMD juga bisa meminimalisir usaha spekulan yang kerap menaikkan harga secara sepihak. “Kalau pemerintah bisa melakukan intervensi, syukur-syukur harganya bisa stabil,” lanjutnya.

Sementara BUMD pangan yang saat ini dikaji, lebih pada kebutuhan sembako, seperti gula, minyak, gas, dan beras.

Ia berharap, tidak ada lagi terjadi kelangkaan salah satu kebutuhan sembako di lingkungan masyarakat.

Selain itu, nantinya BUMD juga bakal diisi orang-orang yang berpengalaman dalam mengelola ritel-ritel besar.

Seperti direktur utama, direktur keuangan, direktur operasional dan pengembangan. Ia sendiri menargetkan terbentuknya BUMD pada satu atau dua tahun mendatang.

Untuk proses pembentukan BUMD ini, sebut dia, cukup panjang. Terlebih dahulu membentuk  Peraturan Daerah (Perda). “Setelah itu ada beberapa tahap lagi, seperti kajian awal, analisa investasi, naskah akademis, dan pengajuan Prolegda. Semoga di dua tahun ke depan kita sudah memiliki BUMD pangan,” ungkapnya.

Hal sama juga dikatakan Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kota Depok, Epi Ardini bahwa Pemkot akan membuat BUMD Pangan. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga komoditi.

“Masih dalam kajian,” kata dia singkat.(irw)