ADE/RADAR DEPOK TENANG: Galih Dharma Dewangga (31) tetap tenang saat dibawa oleh Jaksa Penuntut Umum, Tohom Hasiholan ke ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok.  
ADE/RADAR DEPOK
TENANG: Galih Dharma Dewangga (31) tetap tenang saat dibawa oleh Jaksa Penuntut Umum, Tohom Hasiholan ke ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok.

DEPOK Akhirnya, Galih Dharma Dewangga (31) dapat bernapas lega. Ini berkaitan kasus hukum yang menjeratnya. Kamis (4/1), Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok menjatuhi hukuman atas perbuatannya, menipu calon konsumennya wedding organizer (WO) besutannya. lakukan perkawinan.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Teguh Arifiano dengan hakim anggota Sri Rejeki Marsinta dan Raijah Muis, menjatuhi hukuman kepada Galih dengan hukuman 2 tahun 10 bulan penjara.

“Terdakwa Galih Darma Dewangga telah terbukti dan bersalah melakukan tindak pidana penipuan seperti yang tercantum dalam Pasal 378 KUHP, dan menjatuhi hukuman selama 2 tahun 10 bulan penjara,” kata Teguh Arifiano saat membacakan amar putusannya.

Teguh mengatakan, Galih terbukti melakukan penipuan terhadap Imam Hamdi, karena menjanjikan penyelenggaraan pernikahan. Namun hingga waktunya tiba acara tersebut tak kunjung diselenggarakan. Padahal, uang telah disetorkan seluruhnya oleh Imam Hamdi.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tohom Hasiholan mengatakan, vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutannya yang menginginkan Majelis Hakim menghukum terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara.

“Sikap kami pikir-pikir, apakah mau banding atau tidak,” singkat Tohom.

Diketahui, Galih ditangkap oleh Polresta Depok pada Sabtu (16/9) karena terbukti melakukan penipuan dengan mengatasnamakan jasa wedding organizer (WO) Khalisa.

Dihadapan majelis hakim, Galih mengaku menyesali perbuatannya dan siap menjalani hukuman dengan baik sesuai dengan putusan Majelis Hakim. Hal itu diungkapkan karena ia sangat menyesal dan mengakui segaa perbuatannya.

“Sebelumnya saya mengucapkan permohonan maaf kepada semua pihak utamanya kepada korban yang sudah pernah saya tipu. Saya siap menjalani setiap hukuman yang akan diputuskan majelis hakim,” ungkap Galih saat memberikan pembelaannya (pledoi) secara lisan di hadapan Majelis Hakim, Rabu (13/12).

Pledoi tersebut diungkapkan oleh Galih setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Depok, menuntut Galih dengan hukuman 3 tahun penjara. Tuntutan tersebut setelah JPU meyakinkan secara sah dan meyakinkan terdakwa melakukan tindak pidana penipuan.

“Saya menyesali perbuatan yang saya lakukan, karena dana yang harusnya di setorkan tapi saya gunakan hal yang lain. Namun saya meminta Majelis Hakim mempertimbangkan putusannya, saya memiliki 2 anak yang pertama baru berusia 4 tahun dan kedua berusia 2 minggu,” lanjut Galih.

Selain itu, Galih juga mengungkapkan, ia berjanji akan mengembalikan semua kerugian korbannya khususnya pasangan Imam Hamdi dan Gayanti Endah (25) dengan kemampuannya. “Saya akan kembalikan segala kerugian Imam Hamdi dan istri dengan semampu saya,” pungkasnya. (ade)