ADE/RADARDEPOK DIBERSIHKAN: Lurah Pangkalanjati, Tarmuji, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan sejumlah pengurus lingkungan Kelurahan Pangkalanjati, Cinere bebersih di Jalan Cilobak V RT2/1, belum lama ini.
ADE/RADARDEPOK DIBERSIHKAN: Lurah Pangkalanjati, Tarmuji, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan sejumlah pengurus lingkungan Kelurahan Pangkalanjati, Cinere bebersih di Jalan Cilobak V RT2/1, belum lama ini.

DEPOK –  Aparatur, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan sejumlah pengurus lingkungan Kelurahan Pangkalanjati, Kecamatan Cinere bebersih di Jalan Cilobak V RT2/1, belum lama ini. Sasaran dari kerja bakti tersebut, mengakut sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Cilobak yang kondisinya sudah overload.

Lurah Pangkalanjati, Tarmuji menuturkan, pelaksanaan bedah TPS Cilobak yang melibatkan warga, akan dilakukan secara rutin minimal dua kali dalam sebulan. Harapannya, dapat mengurangi tumpukan sampah diareal TPS yang letaknya bersebelahan dengan UPS.

Menurutnya, tumpukan sampah yang ada di TPS sudah melebihi daya tampung TPS dan akibatnya sampah kian menumpuk dan menimbulkan berbagai masalah seperti bau tak sedap. Sehingga mengundang kehadiran lalat dan berbagai dampak lainnya. Sebagian sampah di TPS harus dipindahkan ketempat lain, tumpukan sampah di kawasan itu tidak menjadi momok warga sekitar.

“Kondisinya sudah banyak sampah di TPS, jadi kami kerja bakti bersama mengurang sampah yang ada,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Ketua LPM Pangkalanjati, Edi Martono menyebutkan, untuk mempercepat pengurangan sampah di TPS itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Terkait peningkatan intensitas pengangkutan sampah dari TPS Cilobak ke TPA Cipayung. Selain itu pihaknya juga berupaya mengurangi tumpukan sampah dengan melaksanakan pemilahan sampah diareal TPS.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DLHK terkait peningkatan frekuensi pengangkutan sampah. Tapi kami juga melakukan pemilahan dan pengangkutan material sampah ke tempat lain, guna mengurangi beban TPS yang sudah sangat melebihi kapasitas,” tandas Edi.(ade)