Sarinten AMTECH Karya Ali Martopo yang Menjelajah Dunia (3-Habis)

In Metropolis
RICKY/RADAR DEPOK
MERAKIT: Owner AMTECH Ali Martopo saat merakit efek gitar di salah satu workshopnya di Jalan Guru Daiyah No.2A Kelurahan Tanah Baru, Beji.

Setelah berjuang untuk memperkenalkan dan meyakinkan bahwa produk ciptaannya memiliki kualitas yang tidak kalah dengan buatan luar negeri, di tahun 2011, Ali Martopo pun menunjukan keseriusannya untuk menjual hasil karyanya dan menservis serta mengupgrade gitar elektrik dengan membuka worksop di Jalan Sirsak Gang H Usman No.84 Ciganjur, Jakarta Selatan.

LAPORAN: Ricky Juliansyah

 

Obrolan dengan Radar Depok pun berlanjut. Mumpung sedang empunya tempat masih memiliki waktu luang dan setia menjawab pertanyaan yang dilontarkan awak media.

Ali mengatakan, kendati Sarinten AMTECH sudah dipakai oleh gitaris-gitaris asal luar negeri. Namun, Ali tidak berniat untuk mematenkan hasil karyanya. Karena, di bidang eletronik hukumnya untuk tiga sparepart yang berbeda tidak melanggar hak cipta.

“Dari pada mahal mematenkan produknya, mending tidak dipatenkan saja.

Gitar akustik dan elektrik yang dipajang di workshopnya di Jalan Guru Daiyah No.2A Kelurahan Tanah Baru, Beji membuat musisi yang datang gatal untuk menjajalnya. Apa yang terbersit di benak Radar Depok yang berkunjung ke workshopnya pun ditangkap oleh Ali Martopo, ia lalu mengambil satu gitar eletrik original pabrikan untuk dijajal menggunakan ampy Kliwon ciptannya.

Setelah semuanya terpasang, ia pun mulai mengetes kualitas suara dari pickup gitar keluaran salah satu pabrikan industri gitar ternama. “Sekarang jajal dari pick yang saya upgrade,” tutur Ali.

Hasilnya, dari telinga orang awam pun berbeda, kualitas suara dari pick up yang di upgrade Ali jauh lebih sangar dan garang dari gitar keluaran pabrik. Memang, Ali Martopo yang kini sudah menciptakan beberapa jenis efek. Juga merambah ke pickup gitar dan ampli.

Karya Ali boleh dibilang sudah mendapat apresiasi dan tempat tersendiri bagi para musisi.  Bahkan, beberapa musisi terkenal kerap menggunakan jasanya untuk mengoprek gitar kesayangan mereka. Sebut saja dari grup musik metal seperti Dead Squad, di industri musik mulai dari Kotak, The Winner, Mahadewa, pengiring band Judika, Noah dan musisi lainnya.

“Di dangdut juga ada Sonetu Band, Malik Ababil dan lainnya. Biasanya yang datang hanya kru-nya saja. Kalau artis yang langsung datang, biasanya dari yang metal-metal. Di sini tidak ada yang paling laku, karena kebutuhan musisi berbeda-beda. Ia hanya mengaplikasikan apa yang diinginkan musisi untuk gitar gear mereka saat perform di panggung,” kata Ali.

Apa yang dilakukan bapak dua orang anak ini memang sudah bisa dibilang cukup sukses. Namun, ia sendiri tidak pernah menghitung omset yang didapat tiap bulannya. Bagi Ali rejeki datangnya dari Tuhan dan sudah diatur untuk tiap makhluk ciptaan-Nya.

“Omset tidak saya hitung tiap bulannya, yang penting ada uang buat belanja sparepart. Kalau dihitung belanja per bulan saja bisa Rp10 juta. Yang penting dapat menghidupi keluarga dengan layak, bisa beli susu anak. Saya tidak ngoyo-ngoyo, rejeki sudah ada dari sananya,” ucap Ali. (*)

You may also read!

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...
Robot ikut sosialisasi masker

Berkostum Robot, Polsek Cimanggis Hebohkan Sosialisasi Masker

UNIK : Anggota Polsek Cimanggis adakan sosialisasi masker dengan menggunakan kostum unik, di depan kantor

Read More...
banyak baliho calon walikota

Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Depok Mulai Hiasi Margonda

TERPAMPANG : Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota mulai menghiasi Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji,

Read More...

Mobile Sliding Menu