Sebelum Runtuh Baut BEI Hilang

In Utama
Dok. ADI PARMAN FOR RADAR DEPOK RERUNTUHAN: Adi Parman (44) warga Tanah Baru, Beji yang menjadi saksi mata dalam kejadian runtuhnya Lantai Mezanin, Tower 2, Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (15/1).

DEPOK – Kejadian runtuhnya Tower dua, lantai Mezanin, gedung Bursa Efek Indonesia, kemarin, cukup mengagetkan masyarakat.

Salah seorang saksi mata, Adi Parman (44) menceritakan bagaimana detik-detik peristiwa naas tersebut terjadi. Kejadiannya terjadi sekitar pukul 11.56 WIB, saat itu ia yang bekerja di dalam gedung tersebut hendak keluar makan.

“Pas saya lagi siap-siap, tiba-tiba ada suara gemuruh dan gedung agak bergoyang,” kata Adi kepada Radar Depok, Selasa (16/1).

Seketika ia dan teman sekantornya panik, karena ia yang bekerja di lantai GF di tower yang sama, mendengar kejadian tersebut seperti suara ledakan bom. “Saya kira bom, soalnya keras sekali dan gedung bergoyang,” lanjut warga Tanah Baru, Beji tersebut.

Kepanikan tersebut ditambah ketika ia berlari menuju sumber suara. Ternyata telah dipenuhi tubuh manusia yang meringis kesakitan tergeletak penuh darah, di atas maupun di bawah reruntuhan gedung.

“Langsung saya bantu petugas keamanan mengevakuasi korban,” lanjut pria yang bekerja di Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).

Ia mengatakan, kondisi seketika berubah dramatis setelah ia melihat dan membantu korban yang mengalami luka disekujur tubuhnya.

“Ada yang pecah di bagian kepala karena ketiban reruntuhan, tapi kebanyakan patah tulang,” tutur Adi.

Adi mengatakan, sebelum kejadian ia sempat mendengarkan cerita dari teman sekerjanya kalau gedung dalam keadaan yang kurang baik salah satunya ada beberapa baut gedung hilang dari tempatnya. “Menurut cerita sih ada baut-baut yang hilang, wajar sih ya gedung tua sejak tahun 1997,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, aktifitas di lokasi kejadian ditutup total, dan masih terpasang garis polisi. “Ditutup total, pekerja yang kerja disitu seperti salah satu bank di sana, itu diliburkan,” katanya.

Diketahui, Senin (15/1) tower 2, lantai Mezanin, gedung Bursa Efek Indonesia roboh. Robohnya selasar sekitar 30 meter dengan tinggi 6 meter tersebut, setalah adanya kunjungan sekelompok mahasiswa asal Palembang.

Jumlah korban sementara akibat kejadian tersebut sebanyak 77 Orang yang dirawat di lima rumah sakit berbeda di kawasan Jakarta.

 

Sepuluh Saksi Diperiksa

Penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengusut kasus jatuhnya selasar di tower dua gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/1).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, total sudah ada sepuluh saksi yang mereka periksa dalam kejadian itu.

“Sudah ada sepuluh orang. Ada yang dari mahasiswi, sekuriti dan pegawai di gedung itu,” kata Argo, Selasa (16/1).

Eks Kapolres Nunukan ini menambahkan, selain meminta keterangan saksi, mereka juga menunggu hasil pemeriksaan puslabfor dan ahli. “Kan sekarang semuanya masih bekerja. Labfor masih bekerja, ahli juga. Kami pun masih akan memeriksa saksi lagi,” tambah dia.

Mengenai penyebab runtuhnya selasar BEI yang mengakibatkan puluhan orang luka, Argo meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan. “Nanti ya, tunggu saja,” tandas dia.

Senada, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya masih terus mencari tahu penyebab runtuhnya selasar di Lantai I Tower II Gedung BEI. Polisi kini telah melibatkan ahli untuk mengusutnya. Untuk saat ini ada dua ahli yang dikerahkan.       “Kami punya dua, ada ahli metalurgi, ada juga ahli analisis bangunan,” kata Setyo di Mabes Polri, Selasa (16/1).

Ahli itu akan bekerja sama dengan tim Pusat Laboratorium Forensik dari Bareskrim Polri. Setelah itu, hasil pemeriksaan akan menjadi acuan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menentukan apakah insiden karena lalai atau murni kecelakaan.

“Ya setelah kami kumpulkan di labfor, nanti bagaimana dari Ditreskrimum PMJ yang akan menanganinya,” tambah dia.

Dari insiden di Bursa Efek Indonesia kemarin, sedikitnya ada 77 orang luka-luka dirawat di lima rumah sakit berbeda. Mulai siang ini, sudah ada 12 yang dipulangkan dan rawat jalan. Sementara sisanya masih dirawat. (ade/mg1/jpnn)

 

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu